Pengkhotbah 11:10 (TB) Buanglah kesedihan dari hatimu dan jauhkanlah penderitaan dari tubuhmu, karena kemudaan dan fajar hidup adalah kesia-siaan.

Dalam kehidupan, setiap orang pasti pernah mengalami kekecewaan, pengkhianatan, atau perlakuan yang menyakitkan. Jika tidak diselesaikan dengan baik, luka tersebut dapat berubah menjadi kepahitan yang mengakar di dalam hati. Kepahitan membuat seseorang sulit merasakan sukacita, kehilangan damai sejahtera, dan terus hidup dalam bayang-bayang masa lalu.

Melalui Pengkhotbah 11:10, Tuhan mengingatkan kita untuk membuang kesedihan dari hati dan menjauhkan penderitaan dari hidup kita. Bukan berarti kita mengabaikan masalah atau berpura-pura kuat, tetapi kita memilih untuk menyerahkan luka dan beban kepada Tuhan. Kepahitan tidak mengubah masa lalu, tetapi justru merusak masa kini dan masa depan. Ketika kita menyimpan dendam, yang paling menderita sebenarnya adalah diri kita sendiri. Kepahitan akan membawa kesedihan dan penderitaan. Akhirnya hidup kita dapat berlalu dengan sia-sia.

Sebaliknya, hati yang mau mengampuni akan mengalami kebebasan karena Tuhan sanggup memulihkan setiap luka dan mengganti kepedihan dengan damai sejahtera-Nya. Hidup ini terlalu singkat untuk dihabiskan dalam kemarahan, kekecewaan, dan dendam. Tuhan menghendaki kita menikmati kehidupan dengan hati yang bersih dan penuh syukur.

Hari ini, mari periksa hati kita. Apakah masih ada kepahitan terhadap seseorang, keadaan, atau bahkan kepada Tuhan? Ambillah keputusan untuk melepaskan pengampunan dan menyerahkan semua luka kepada Tuhan. Jangan biarkan kepahitan menguasai hidupmu, karena hanya hati yang bebas yang dapat menikmati kasih dan sukacita dari Tuhan. #IC