Titus 2:7 (TB) dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu,
Kita tentu pernah melihat seorang anak yang lebih cepat meniru apa yang dilihat daripada melakukan apa yang didengar. Anak dapat mencontoh cara berbicara, cara bersikap, bahkan kebiasaan orang yang dekat dengannya. Karena itu teladan sering kali berbicara lebih kuat daripada sekadar perkataan. Nasihat yang baik memang penting, tetapi kehidupan yang dapat dilihat setiap hari akan memberi pengaruh yang lebih dalam. Ketika seseorang hidup dengan benar, orang lain dapat belajar melalui apa yang dilihatnya.
Karena itu firman Tuhan mengajarkan agar kita menjadi teladan dalam berbuat baik, jujur, dan bersungguh-sungguh dalam pengajaran. Menjadi bapa rohani bukan hanya tentang pandai berbicara atau cakap mengajar. Menjadi bapa rohani adalah tentang kehidupan yang dapat dicontoh, karakter yang dapat dilihat. Menjadi bapa rohani adalah tentang hidup yang menunjukkan kasih, kesetiaan, dan ketaatan kepada Tuhan. Ketika perkataan dan kehidupan berjalan bersama, pengajaran akan memiliki kuasa dan membawa dampak bagi banyak orang.
Sering kali orang lebih mudah melihat kehidupan kita daripada mendengar nasihat kita. Cara kita berbicara, bersikap, melayani, dan memperlakukan orang lain dapat menjadi pelajaran bagi mereka. Keteladanan yang benar dapat membangun iman. Keteladanan yang benar dapat menguatkan hati. Keteladanan yang benar dapat melahirkan generasi yang mencintai Tuhan dan hidup bagi-Nya.
Hari ini, mari kita belajar menjadi pribadi yang bukan hanya pandai mengajar, tetapi juga menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari. Percayalah, ketika hidup kita menjadi contoh yang baik, Tuhan dapat memakai hidup kita untuk melahirkan generasi rohani yang kuat, dewasa, dan setia kepada-Nya. #YS