Yeremia 17:10 (TB) Aku, TUHAN, yang menyelidiki hati, yang menguji batin, untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya, setimpal dengan hasil perbuatannya.”

Di sebuah kerajaan purba, sang raja mengadakan sayembara untuk menghias dinding ruang utamanya. Dua pelukis terbaik, Johan dan Peni, dipilih untuk menghias dua dinding yang saling berhadapan. Di antara kedua dinding itu dipasang tirai kain yang tebal agar mereka tidak bisa saling melihat proses kerja.

Johan bekerja dengan sangat keras. Setiap hari ia memeras keringat, mencampur warna, dan melukis pemandangan kerajaan yang sangat indah dengan detail yang luar biasa. Hatinya tulus ingin memberikan yang terbaik untuk kenyamanan rajanya. Sebaliknya, Peni justru bermalas-malasan. Ia berpikir, “Untuk apa aku lelah bekerja keras jika tidak ada yang melihat?” Alih-alih melukis, Peni hanya menghabiskan waktunya untuk menggosok dan memoles dindingnya hingga menjadi sebuah cermin raksasa yang sangat kilap dan bersih.

Saat hari penilaian tiba, tirai pembatas dibuka. Dinding Johan memancarkan lukisan yang sangat memukau. Ketika raja menoleh ke dinding Peni, raja terkejut karena dinding itu memantulkan dengan sempurna keindahan lukisan Johan. Dari luar, kedua dinding tampak sama-sama luar biasa indah. Penonton bersorak memuji keduanya.

Namun, sang raja adalah orang yang bijaksana. Ia berjalan mendekati dinding Peni, lalu menyentuhnya. Raja tahu bahwa Peni tidak menghasilkan “buah” karyanya sendiri, melainkan hanya memanfaatkan hasil kerja keras orang lain demi pujian instan. Raja memberi penghargaan tinggi kepada Johan atas ketulusan dan kerja kerasnya, sementara Peni diminta untuk meninggalkan istana karena ketidakjujurannya.

Dari kisah ini ada 3 nilai hidup yang dapat kita pelajari. Pertama, kita harus memiliki integritas: tetap melakukan apa yang benar meskipun tidak ada orang yang melihat.
Kedua ketulusan hati: miliki motivasi yang murni dalam bertindak, apa pun itu. Bukan demi pujian atau keuntungan egois.
Dan terakhir, miliki tanggung jawab: sadar bahwa setiap keputusan dan tindakan kita memiliki konsekuensi di hadapan Tuhan.

Jadi, jaga motivasi dalam pelayanan dan perbuatan baikmu. Pastikan itu dilakukan untuk memuliakan Tuhan dan menolong sesama, bukan untuk pamer di media sosial. Tetaplah jujur dalam pekerjaan dan studi, jangan memanipulasi/curang meskipun ada celah aman yang tidak diketahui oleh atasan ataupun guru. Beranilah berkata benar dalam berhubungan, bangun hubungan dengan sesama tanpa kepura-puraan. Berani menegur dengan kasih daripada tersenyum di depan tetapi membicarakan keburukannya di belakang/bergosip. #KS