Lukas 1:38 (TB) Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.
Dalam Alkitab, “hati” bukan sekedar organ fisik, melainkan pusat dari pikiran, perasaan, kehendak dan motivasi seseorang. Apa yang tersimpan di dalam hati akan mempengaruhi perkataan dan tindakan kita. Jika hati dipenuhi oleh kebaikan kita akan menghasilkan perkataan dan perbuatan yang baik. Sebaliknya, jika hati dibiarkan kotor maka perkataan dan tindakan kita juga akan merusak.
Hari ini kita mau belajar dari Maria yang memiliki hati yang lembut dan taat.
Maria mendapat pesan dari malaikat Gabriel bahwa ia akan mengandung dan melahirkan anak laki-laki, sementara Maria belum bersuami. Pada zaman itu jika seorang perempuan kedapatan hamil di luar nikah, hukumannya adalah dipermalukan di depan umum dan dirajam sampai mati. Konsekuensi sosial yang dihadapi Maria, ia akan dikucilkan oleh keluarga serta menanggung aib seumur hidup dari masyarakat sekitarnya. Namun Maria berkata “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Hati Maria yang lembut dan taat adalah kombinasi antara kasih karunia Allah dan respons iman Maria. Kelembutan hati Maria lahir dari kebiasaan batiniah untuk tidak terburu-buru bereaksi terhadap keadaan, melainkan Maria membawa segala peristiwa kepada Tuhan dalam doa dan perenungan mendalam. Dalam Lukas 2:19 & 51 dikatakan Maria suka menyimpan dan merenungkan segala perkara di dalam hatinya. Ketaatannya lahir dari kesadarannya bahwa ia adalah hamba Tuhan. Dengan menyebut dirinya hamba, Maria melepaskan seluruh hak atas tubuhnya, masa depannya, rencana pernikahannya dan reputasinya demi memprioritaskan rencana keselamatan Allah bagi manusia. Maria menyimpan segala hal yang baik dalam hatinya sehingga ia berespons dengan santun terhadap pesan malaikat Gabriel walaupun isi pesan itu tidak enak dan penuh resiko.
Isi hati dengan hal-hal yang baik dan jangan terlalu cepat bereaksi saat mendengar hal-hal yang tidak baik agar kita dapat berespons dengan santun seperti Maria. #HH