Yohanes 15:16 (TB) Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.

Setiap orang percaya dipanggil bukan hanya untuk menjadi pengikut Kristus, tetapi juga menjadi pribadi yang berbuah. Tuhan Yesus tidak pernah menyelamatkan kita hanya untuk duduk diam menikmati keselamatan. Ia memilih, menetapkan, dan mengutus kita untuk menghasilkan buah yang memuliakan nama-Nya. Dalam Yohanes 15, Yesus menggambarkan diri-Nya sebagai Pokok Anggur yang benar dan kita adalah ranting-ranting-Nya. Ranting yang melekat pada pokok anggur akan menghasilkan buah. Demikian pula kehidupan orang percaya yang melekat kepada Kristus akan menghasilkan buah yang nyata.
1. Kita Dipilih oleh Tuhan. “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu.” Keselamatan dan panggilan kita berasal dari kasih karunia Tuhan. Sebelum kita mengenal-Nya, Tuhan terlebih dahulu mengasihi dan memilih kita. Kesadaran bahwa kita dipilih Tuhan seharusnya membuat kita: Hidup dalam rasa syukur, Tidak sombong atas keberhasilan kita, Menggunakan hidup untuk tujuan Tuhan. Kita bukan orang kebetulan di dalam Kerajaan Allah. Ada maksud ilahi di balik hidup kita.
2. Kita Ditetapkan untuk Berbuah. “Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah.” Kata “ditetapkan” menunjukkan adanya tugas dan tanggung jawab. Tuhan memiliki harapan agar kehidupan kita menghasilkan buah. Buah yang dimaksud bukan hanya keberhasilan materi, tetapi: Buah pertobatan, Buah Roh Kudus (kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri), Jiwa-jiwa yang dimenangkan bagi Kristus, Karakter yang semakin serupa Kristus, Pelayanan yang membawa dampak bagi banyak orang. Pertanyaannya bukan berapa lama kita menjadi Kristen, tetapi apakah hidup kita menghasilkan buah?
3. Berbuah Banyak untuk Mempermuliakan Tuhan. Tujuan utama buah bukanlah kemuliaan diri sendiri, melainkan kemuliaan Tuhan. Saat orang melihat: Integritas kita, Kesetiaan kita dalam keluarga, Kasih kita kepada sesama, Kerendahan hati kita dalam pelayanan. Mereka akan melihat Kristus melalui hidup kita. Dunia saat ini tidak hanya membutuhkan khotbah yang baik, tetapi juga kehidupan yang menjadi kesaksian nyata.
4. Menghasilkan Buah yang Tetap. Banyak orang dapat menghasilkan buah sesaat, tetapi Tuhan menghendaki buah yang tetap. Buah yang tetap adalah: Iman yang tetap bertahan dalam pencobaan, Karakter yang terus bertumbuh, Pelayanan yang berdampak jangka Panjang, Murid-murid Kristus yang terus bertumbuh, Kesaksian hidup yang konsisten sampai akhir. Buah yang tetap tidak lahir dari semangat sesaat, melainkan dari hubungan yang terus-menerus dengan Kristus. Bagaimana menghasilkan buah yang tetap? Tetap tinggal di dalam Kristus, Hidup dalam Firman, Dipimpin Roh Kudus, dan Setia dalam perkara kecil.
5. Tantangan Generasi Masa Kini. Banyak hal yang berusaha menghalangi kita berbuah: Kesibukan, Media sosial yang berlebihan, Cinta uang, Kenyamanan hidup, Godaan dosa. Karena itu kita perlu terus menjaga hubungan dengan Tuhan agar tidak kehilangan fokus terhadap panggilan-Nya. Tuhan tidak mencari orang yang terkenal, tetapi orang yang setia.
Tuhan Yesus telah memilih dan menetapkan kita untuk satu tujuan: berbuah banyak dan mempermuliakan Tuhan melalui buah yang tetap. Kehidupan yang berhasil di mata Tuhan bukanlah kehidupan yang paling kaya atau paling terkenal, melainkan kehidupan yang menghasilkan buah yang bertahan sampai kekekalan. Ketika kita tetap tinggal di dalam Kristus, hidup kita akan menjadi saluran berkat, memenangkan jiwa, membangun keluarga yang takut Tuhan, melayani dengan setia, dan memancarkan kemuliaan Tuhan ke mana pun kita pergi. #VM