Yakobus 1:4 (TB) Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apa pun.

Kemerdekaan yang kita terima di dalam Kristus bukanlah kemerdekaan yang tidak memiliki tujuan. Tuhan memerdekakan kita bukan hanya supaya hidup kita menjadi lebih nyaman atau bebas dari masa lalu. Kita dimerdekakan supaya kehidupan kita menghasilkan buah bagi Tuhan. Tetapi ada satu hal yang perlu kita pahami: Buah tidak langsung matang, Buah membutuhkan waktu dan proses. Demikian juga kehidupan kita bersama Tuhan. Tuhan ingin hidup kita berbuah, tetapi Tuhan juga ingin buah itu menjadi matang. Dan salah satu proses yang Tuhan pakai untuk mematangkan kehidupan kita adalah ketekunan.

KEMERDEKAAN HARUS MENGHASILKAN BUAH. Kalau kita sudah mengalami kasih dan kemerdekaan di dalam Kristus, seharusnya ada buah yang terlihat dari kehidupan kita. Buah itu terlihat dari perubahan hidup kita. Dulu mungkin mudah marah, sekarang belajar sabar. Dulu sulit mengampuni, sekarang belajar melepaskan pengampunan. Dulu hanya memikirkan diri sendiri, sekarang mulai peduli kepada orang lain. Kemerdekaan sejati bukan hanya terlihat dari apa yang sudah kita tinggalkan, tetapi dari buah baru yang mulai muncul dalam kehidupan kita.
KETEKUNAN MEMATANGKAN BUAH KEHIDUPAN KITA. Yakobus berkata: “Biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang.” Artinya ada bagian yang harus kita lakukan: Tetap tekun. Tekun ketika doa belum dijawab, Tekun ketika keadaan belum berubah, Tekun ketika pelayanan terasa berat, Tekun mengasihi keluarga, Tekun melakukan yang benar, Tekun percaya kepada Tuhan. Ketekunan berarti tetap berjalan bersama Tuhan sekalipun kita belum melihat hasilnya. Kadang kita ingin Tuhan segera mengubah keadaan kita. Tetapi ternyata di tengah proses itu, Tuhan sedang mengubah kita. Mungkin masalahnya belum berubah, tetapi iman kita berubah. Situasinya belum berubah, tetapi karakter kita berubah. Jawaban doa belum datang, tetapi cara kita melihat Tuhan sudah berubah. Itulah buah yang sedang menjadi matang. Jangan berhenti di tengah proses, karena bisa jadi kita sedang berada dalam proses pematangan yang Tuhan kerjakan.
TUJUANNYA: MENJADI SEMPURNA DAN UTUH. Yakobus 1:4 melanjutkan: “…supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apa pun.” Kata sempurna disini bukan berarti kita menjadi manusia yang tidak pernah melakukan kesalahan. Tetapi berbicara tentang kedewasaan dan kematangan rohani. Tuhan ingin kita menjadi pribadi yang semakin utuh. Bukan hanya kuat ketika keadaan baik, tetapi tetap percaya ketika keadaan sulit. Bukan hanya bersukacita ketika doa dijawab, tetapi tetap menyembah ketika masih menunggu. Bukan hanya mengasihi orang yang baik kepada kita, tetapi belajar mengampuni orang yang mengecewakan kita. Itulah kedewasaan. Pohon yang dewasa bukan hanya tinggi dan besar. Pohon yang dewasa adalah pohon yang menghasilkan buah yang matang. Demikian juga orang percaya. Ukuran kedewasaan kita bukan hanya berapa lama kita menjadi orang Kristen atau berapa banyak firman yang kita tahu. Tetapi: Apakah kehidupan kita menghasilkan buah yang semakin matang?

Tuhan sudah memerdekakan kita di dalam Kristus dengan sebuah tujuan: Supaya kita berbuah bagi Allah. Tetapi Tuhan tidak hanya ingin kita sekadar berbuah. Tuhan ingin buah kehidupan kita menjadi matang. Dan kematangan itu lahir melalui ketekunan dalam proses. Mungkin hari ini ada di antara kita yang sedang berada dalam sebuah proses. Jangan cepat menyerah. Jangan berpikir Tuhan meninggalkan kita hanya karena keadaan belum berubah. Bisa jadi justru di dalam proses itulah Tuhan sedang mematangkan sesuatu dalam kehidupan kita. Ingat: Buah yang matang membutuhkan waktu. Iman yang matang membutuhkan proses.
Karakter yang matang membutuhkan ketekunan. Karena kemerdekaan menghasilkan buah, ketekunan mematangkan buah, dan buah yang matang membawa kita menuju kedewasaan menjadi sempurna dan utuh di dalam Kristus. #VM