Titus 2:6 (TB) Demikian juga orang-orang muda; nasihatilah mereka supaya mereka menguasai diri dalam segala hal
Kita hidup di zaman dimana anak-anak muda sangat mudah diserang oleh berbagai bentuk kecanduan/adiksi. Bukan hanya narkoba atau alkohol, tetapi juga: game, media sosial, pornografi, toxic relationship, kemalasan, emosi yang tidak terkendali, bahkan kecanduan validasi dari orang lain. Iblis tahu bahwa generasi muda adalah masa depan. Karena itu, serangan terbesar diarahkan kepada pikiran, hati, dan karakter mereka.
Sebagai “bapa” — baik itu sebagai bapa jasmani maupun bapa rohani — Tuhan memanggil kita bukan hanya untuk membesarkan anak, tetapi melahirkan generasi yang kuat, takut akan Tuhan, dan mampu menguasai diri. Sebab tanpa self control, talenta bisa hancur. Tanpa penguasaan diri, masa depan bisa rusak. Self Control Adalah Buah Kedewasaan Rohani. Banyak orang berpikir kekuatan itu terlihat dari kepintaran atau kemampuan.
Tetapi Alkitab menunjukkan bahwa orang kuat adalah orang yang bisa mengendalikan dirinya. Amsal berkata: “Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya melebihi orang yang merebut kota.” Self control berarti: mampu berkata “tidak” terhadap dosa, mampu membatasi diri, tidak dikendalikan hawa nafsu, hidup dipimpin Roh Kudus. Generasi hari ini diajar mengikuti perasaan: “Kalau suka lakukan.” “Kalau ingin, ambil.” “Yang penting bahagia.” Tetapi firman Tuhan mengajarkan: Tidak semua yang kita inginkan harus kita lakukan. Karena orang yang tidak bisa mengendalikan diri akhirnya akan dikendalikan oleh dosa.
Adiksi/kecanduan Merusak Masa Depan Generasi.
Adiksi bekerja perlahan tetapi menghancurkan. Awalnya hanya coba-coba.Lama-lama menjadi kebiasaan. Lalu menjadi ikatan. Banyak anak muda kehilangan: fokus, masa depan, hubungan dengan keluarga, bahkan hubungan dengan Tuhan, karena tidak memiliki penguasaan diri. Hari ini banyak generasi: sulit lepas dari gadget, tidak bisa berhenti scrolling, tidur larut, kehilangan disiplin, mudah marah, cepat menyerah, hidup tanpa arah. Itulah sebabnya Titus berkata:
“Nasihatilah mereka supaya mereka menguasai diri dalam segala hal.” Bukan sebagian hal. Tetapi dalam segala hal yakni perkataan, pergaulan, waktu, emosi, pikiran, keuangan, dan kehidupan rohani.
Self Control Tidak Bisa Dibangun Tanpa Iman. Mengandalkan kekuatan sendiri tidak cukup. Self control sejati lahir ketika seseorang hidup dekat dengan Tuhan. Karena penguasaan diri adalah bagian dari buah Roh. Saat iman seseorang kuat: ia tahu identitasnya, ia tahu tujuan hidupnya, ia tahu mana yang benar, dan ia memiliki kekuatan untuk berkata tidak terhadap dosa. Itulah sebabnya generasi muda perlu dibekali iman, bukan hanya aturan. Aturan tanpa hubungan dengan Tuhan hanya menghasilkan pemberontakan. Tetapi iman menghasilkan transformasi hati. Sebagai bapa: jangan hanya menegur, tetapi ajarkan doa, ajarkan firman, ajarkan penyembahan, jadilah teladan kehidupan yang takut Tuhan. Karena anak lebih banyak meniru daripada mendengar.
Hari ini Tuhan memanggil kita menjadi bapa yang melahirkan generasi dengan self control. Generasi yang: tidak diperbudak dosa, tidak hidup dalam adiksi, tidak dikendalikan hawa nafsu, melainkan dipimpin Roh Kudus. Karena masa depan generasi ditentukan oleh kemampuan mereka menguasai diri hari ini. #VM