2 Korintus 5:15 (TB) Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka.

Apa yang disampaikan oleh Paulus di teks ini tidak dapat dipisahkan dari apa yang dilakukan oleh Paulus dalam pelayanan, sebagaimana dijelaskan di pasal selanjutnya. Paulus berani membayar harga yang begitu mahal dalam pelayanan (4:7-12, 16; 5:4). Dia tidak pernah takut dengan penderitaan. Berani membayar harga untuk pelayanan, berani menjaga harga diri sebagai pelayan, itulah Paulus!
(ayat 15).

Paulus menerangkan bahwa kematian Kristus memiliki sebuah tujuan. Tujuan ini berkaitan dengan tujuan hidup kita. Kristus telah mati untuk semua “supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka”. Tidak cukup bagi kita hanya untuk dibebaskan dari hukuman. Tidak cukup kalau kita sekadar dilepaskan dari kesia-siaan. Kristus ingin memberikan nilai pada hidup kita. Nilai itu berkaitan erat dengan orientasi hidup kita. Tujuan hidup kita diubahkan. Sebelum mengalami kematian dan kebangkitan Yesus, semua orang hidup untuk dirinya sendiri (ayat 15 “tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri”). Apapun yang kita lakukan hanyalah demi diri sendiri: kenyamanan dan kesenangan sendiri. Bahkan ketika kita melakukan kebaikan kepada orang lain, tujuan sebenarnya ternyata tetap untuk diri sendiri: supaya kita mendapatkan kepuasan diri, pujian dari orang lain, atau pahala dari Allah. Semua kebaikan kita adalah egoisme yang terselubung.

Di dalam Kristus semua kebaikan kita dimurnikan. Kita mengasihi karena lebih dahulu dikasihi. Tidak ada motivasi lain. Kasih bukan sarana untuk mendapatkan sesuatu, tetapi kekuatan untuk memberikan segala sesuatu
Karya Kristus yang menebus hidup kita sehingga kita tidak perlu lagi hidup untuk diri kita sendiri dan menjalani hidup yang tanpa tujuan serta pengharapan. #YA