Roma 1:6 (TB) Kamu juga termasuk di antara mereka, kamu yang telah dipanggil menjadi milik Kristus.

Firman hari ini adalah bagian dari rangkaian pembuka (prolog) Surat Roma, dimana Rasul Paulus sedang menegaskan identitas dan panggilan jemaat di Roma.
“Kamu juga termasuk di antara mereka”
​Kata “mereka” disini merujuk pada ayat sebelumnya (ayat 5), yaitu segala bangsa (bangsa-bangsa non-Yahudi/Gentiles) yang dipanggil untuk percaya dan taat kepada iman.
​Jemaat di Roma mayoritas berlatar belakang non-Yahudi. Dengan mengatakan ini, Paulus ingin menegaskan bahwa orang-orang di Roma—meskipun berada di pusat kekaisaran kafir yang jauh dari Yerusalem—punya kedudukan yang sama dalam rencana keselamatan Allah. Mereka bukan warga kelas dua dalam kerajaan Allah.

Kamu yang telah dipanggil
(The Called)
​Dalam teologi Paulus, kata “dipanggil” (klētoi dalam bahasa Yunani) bukan sekadar undangan biasa yang bisa diabaikan (seperti undangan pesta). Ini adalah panggilan yang efektif dan berkuasa dari Allah (efektif mengubah hati).
​Mereka menjadi orang percaya bukan karena kebetulan, bukan karena kecerdasan mereka, atau karena mereka mencari Tuhan terlebih dahulu. Mereka ada disana karena Allah secara aktif memilih, menjangkau, dan memanggil mereka keluar dari kegelapan menuju terang-Nya.

“Menjadi milik Kristus Yesus”
​Ini adalah muara atau tujuan dari panggilan tersebut.
​Sebelum mengenal Kristus, manusia diperbudak oleh dosa dan ego. Namun, melalui panggilan-Nya, status jemaat berubah total. Mereka sekarang menjadi “properti” atau milik sah Yesus Kristus karena telah ditebus.

Menjadi milik Kristus membawa dua sisi mata uang. Di satu sisi, ada jaminan keamanan dan perlindungan (Tuhan menjaga apa yang menjadi milik-Nya). Di sisi lain, ada tanggung jawab untuk hidup taat dan memuliakan Pemiliknya, bukan lagi hidup menuruti keinginan duniawi.

​Renungan hari ini adalah sebuah penegasan identitas. Paulus ingin kita semua hari ini sadar bahwa kita adalah orang-orang yang dipilih secara sengaja oleh Allah, diadopsi ke dalam keluarga-Nya, dan sekarang hidup di bawah kepemilikan serta perlindungan penuh Yesus Kristus. Rasa aman inilah yang menjadi dasar bagi jemaat untuk menghadapi tekanan hidup di kota sekuler seperti Roma kala itu.

Ketika kita menyadari status kepemilikkan hidup kita adalah milik Allah, maka kita akan dengan kesadaran penuh mempercayakan kepada Allah untuk memulihkan segala sesuatu dikehidupan kita. #EL