Roma 2:21 (TB) Jadi, bagaimanakah engkau yang mengajar orang lain, tidakkah engkau mengajar dirimu sendiri? Engkau yang mengajar: “Jangan mencuri,” mengapa engkau sendiri mencuri?
Hari-hari ini banyak anak-anak yang mengalami kondisi “Fatherless”, artinya anak mengalami kekurangan hadirnya figur seorang ayah baik secara fisik maupun emosional. Ada yang ayahnya hadir bersama, namun secara emosional tidak mengisi tangki hati anaknya. Ada anak yang secara fisik, tidak mengalami kehadiran ayah. Kekurangan hadirnya seorang ayah membuat perbedaan yang sangat signifikan untuk seorang anak, baik putra maupun putri. Bagi seorang anak laki-laki, kehadiran dan kedekatan secara emosional dengan ayah akan memberikan dampak yang besar. Anak lelaki akan tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, bertanggung jawab, tegas dan tahu cara menghadapi tekanan serta permasalahan. Anak laki-laki yang tidak mengalami kedekatan dengan ayahnya, cenderung menjadi pribadi yang kurang percaya diri, sulit untuk memecahkan persoalan, ragu-ragu dalam mengambil keputusan. Sedangkan kehadiran seorang ayah bagi putrinya, membuat putri tersebut tahu cara diperlakukan oleh seorang pria. Putri tersebut akan tumbuh dengan tangki kasih yang telah diisi oleh ayahnya, sehingga tidak mencari kasih sayang di dunia luar.
Sebagai orangtua baik ayah maupun ibu, sudah seharusnya kita memberikan contoh dan teladan bagi anak-anak kita. Kedekatan kedua orangtua bersama anak-anak sangat menentukan masa depan dan karakter anak-anak kita. Belajarlah untuk selalu hadir dan meluangkan waktu kepada anak-anak kita. Jangan hanya menuntut anak saja, namun tidak mau mendekatkan diri kepada anak-anak. Anak juga punya perasaan, pendapat serta keinginan. Jika orangtua memiliki kedekatan dengan anak, komunikasi yang baik akan terjalin. Anak dengan mudah bisa menyampaikan pendapatnya, tanpa perasaan takut. Jadilah orangtua yang memberikan contoh, karena perilaku orang tua lah yang menjadi teladan bagi anak. Bukan kata-kata atau nasehat yang panjang. Kitab “Roma 2:21 Jadi, bagaimanakah engkau yang mengajar orang lain, tidakkah engkau mengajar dirimu sendiri? Engkau yang mengajar: “Jangan mencuri,” mengapa engkau sendiri mencuri?” Berilah contoh hidup yang benar dan baik jika ingin anak-anakmu memiliki karakter yang baik. Jadilah teladan yang benar. #MM