Yohanes 10:12-13 (TB) sedangkan seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu. Ia lari karena ia seorang upahan dan tidak memperhatikan domba-domba itu.

Motivasi yang tidak murni adalah dorongan untuk bertindak yang didasari oleh kepentingan tersembunyi atau pamrih egois, seperti mencari validasi, takut hukuman, atau mengharapkan imbalan materi. Motivasi tidak murni ini berfokus pada pujian, penghargaan atau keuntungan. Saat imbalan atau pengakuan hilang, dorongan untuk melakukan sesuatu akan ikut memudar.

Yohanes 10:12-13 mengisahkan tentang seorang upahan yang meninggalkan domba-domba lalu lari saat melihat serigala datang sehingga serigala menerkam dan menceraiberaikan domba-domba itu. Ia lari karena ia seorang upahan.

Seorang upahan adalah seseorang yang bekerja untuk orang lain semata-mata demi mendapatkan imbalan atau gaji. Mereka biasanya tidak memiliki rasa kepemilikan terhadap pekerjaan atau aset perusahaan sehingga umumnya hanya bekerja sebatas kewajiban dan motivasi finansial. Mereka bekerja hanya karena ada bayaran dan cenderung menghindari risiko, lari dari tanggung jawab saat terjadi masalah.
Maka tidak heran jika seorang upahan ini lari meninggalkan domba-domba saat ada serigala karena ia bekerja untuk upah. Jika seorang upahan ini memiliki hati, kepedulian dan tanggung jawab dalam pekerjaannya, ia tidak akan membiarkan domba-domba diterkam dan diceraiberaikan serigala sebaliknya ia akan menghajar serigala dan membunuhnya sehingga domba-domba aman terlindung.

Apa yang memotivasi kita dalam melayani? Menjadi bapak rohani berarti menjadi gembala yang siap berbagi hidup dengan anak-anak rohani. Bukan hanya mengajar firman Tuhan dan menasehati tetapi juga siap berkorban dan menjadi teladan bagi mereka yang dilayani. Melayani bukan karena imbalan tetapi melayani dengan hati, kepedulian dan tanggung jawab karena kasih. #HH