Filipi 1:22 (TB) Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu.
Rasul Paulus sedang berada dalam penjara ketika menulis surat kepada jemaat di Filipi. Secara manusia, ia memiliki banyak alasan untuk menyerah atau hanya memikirkan keselamatannya sendiri. Namun, Paulus justru memandang hidup sebagai sebuah kesempatan yang harus dimanfaatkan untuk menghasilkan buah bagi Kristus.
Baginya, selama Tuhan masih memberikan napas kehidupan, berarti masih ada tugas yang harus dikerjakan. Hidup bukan sekadar tentang bertahan, melainkan tentang memberikan dampak. Setiap hari adalah kesempatan untuk melayani, mengasihi, memberitakan Injil, menguatkan sesama, dan memuliakan Tuhan melalui pekerjaan maupun tindakan kita.
Sering kali kita menunda melakukan kebaikan dengan alasan menunggu waktu yang tepat. Padahal kesempatan tidak selalu datang dua kali.
Hari ini adalah anugerah Tuhan yang harus digunakan sebaik-baiknya. Setiap percakapan, pekerjaan, pelayanan, dan hubungan yang Tuhan percayakan dapat menjadi ladang untuk menghasilkan buah yang memuliakan-Nya.
Mari belajar dari Paulus yang tidak menyia-nyiakan setiap kesempatan. Selama Tuhan masih mengizinkan kita hidup, marilah kita mengisi hari-hari dengan hal-hal yang bernilai kekal dan menjadi berkat bagi banyak orang. #A