Yohanes 10:11 (TB) Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;

Kasih yang dimiliki Yesus bukan hanya sekadar ucapan, melainkan kasih yang nyata melalui tindakan dan pengorbanan. Ia datang ke dunia bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan menyelamatkan manusia yang terhilang. Seorang gembala sejati tidak meninggalkan dombanya ketika bahaya datang. Ia menjaga, melindungi, dan memperhatikan setiap kebutuhan dombanya. Demikian juga hati seorang bapa. Seorang bapa yang baik rela bekerja keras, berkorban waktu, tenaga, dan perasaan demi melihat anak-anaknya bertumbuh dengan baik.

Yesus menunjukkan teladan sempurna tentang kasih seorang gembala dan bapa yang tidak mementingkan diri sendiri.
Di zaman sekarang, dunia sering mengajarkan bahwa seseorang harus mencari keuntungan bagi dirinya sendiri. Namun Yesus mengajarkan jalan yang berbeda. Pelayanan sejati lahir dari kasih, bukan dari keinginan untuk dipuji atau dihormati. Orang yang melayani dengan kasih akan tetap setia sekalipun tidak dihargai, karena motivasinya adalah menyenangkan hati Tuhan. Mengorbankan nyawa juga berbicara tentang kerelaan menyerahkan ego, kenyamanan, dan kepentingan pribadi demi kebaikan orang lain. Kadang pengorbanan itu terlihat sederhana: mendengarkan orang yang sedang terluka, mengampuni orang yang bersalah, tetap sabar menghadapi kelemahan orang lain, atau terus mendukung keluarga di tengah kesulitan. Semua itu adalah bentuk kasih yang nyata.

Sebagai orang percaya, kita dipanggil untuk memiliki hati seperti Yesus. Menjadi gembala bagi keluarga, sahabat, maupun orang-orang yang Tuhan percayakan kepada kita. Dunia membutuhkan pribadi-pribadi yang mau melayani dengan tulus dan rela berkorban demi membawa kasih Tuhan kepada sesama. Hari ini, marilah kita belajar memiliki kasih yang sejati. Kasih yang tidak hanya terlihat dalam kata-kata, tetapi nyata melalui tindakan, pengorbanan, dan kesetiaan dalam melayani. #Rk