1 Yohanes 4:21 (TB) Dan perintah ini kita terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya.

Perintah dalam Alkitab (Ibrani: miswa, Yunani: entole) adalah instruksi, ketetapan atau hukum yang diberikan oleh otoritas Allah kepada manusia untuk ditaati. Perintah ini bukan sekedar aturan, melainkan ekspresi kehendak, karakter dan kasih Allah untuk menuntun hidup umat-Nya dalam hubungan perjanjian yang benar.
Perintah dalam Alkitab bukanlah aturan yang sewenang-wenang, melainkan berakar pada sifat dan tujuan Allah. Perintah itu berfungsi sebagai panduan untuk hidup yang benar dan sebagai sarana untuk menyatakan kasih kepada Allah dan sesama.

Yohanes menerima perintah dari Tuhan yakni untuk mengasihi Allah dan mengasihi saudara. Perintah ini diteruskan kepada orang percaya untuk diterima dan ditaati. Perintah mengasihi Allah harus diwujudkan dengan mengasihi saudara. Kasih kepada Allah tidak dapat dipisahkan dari kasih kepada sesama. Kasih sejati berasal dari Allah dan harus berdampak nyata.

Jika seorang mengatakan bahwa ia mengasihi Allah tetapi membenci saudaranya, kasih Allah tidak ada di dalam orang itu dan ia adalah seorang pendusta. Mengasihi sesama yang terlihat adalah bukti nyata mengasihi Allah yang tidak terlihat.
Menerima perintah Allah berarti mengakui otoritas-Nya, berkomitmen untuk taat dan mengaplikasikan kebenaran-Nya dalam kehidupan sehari-hari sebagai wujud kasih dan iman kepada Allah.

Dengan menerima perintah Allah kita sedang mewujudkan kasih dan iman kita kepada Allah. Kasih kepada Allah adalah sumber dan motivasi utama yang memampukan kita mengasihi sesama sehingga kita dapat hidup saling mengasihi. #HH