Yohanes 17:6 (TB) Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti firman-Mu.

Di tengah dunia yang sering mengukur nilai seseorang berdasarkan prestasi, kekayaan, atau popularitas, banyak orang bergumul dengan pertanyaan tentang identitas dan tujuan hidup mereka. Namun, dalam doa-Nya kepada Bapa, Yesus menyampaikan sebuah kebenaran yang sangat menguatkan: umat percaya adalah milik Allah. Mereka berasal dari Allah dan diberikan kepada Kristus. Menjadi milik Allah bukanlah sekadar status rohani, tetapi sebuah identitas yang membawa makna mendalam. Sebagai milik-Nya, kita dikasihi, dipelihara, dan dijaga oleh Tuhan. Tidak ada keadaan yang dapat memisahkan kita dari perhatian-Nya. Sama seperti seorang pemilik menjaga harta yang berharga, demikian pula Tuhan memperhatikan kehidupan anak-anak-Nya.
Yesus berkata bahwa mereka yang menjadi milik Allah adalah mereka yang menuruti firman-Nya. Ketaatan bukanlah syarat untuk memperoleh kasih Tuhan, melainkan respons dari hati yang telah menerima kasih dan anugerah-Nya. Ketika kita menyadari bahwa hidup ini adalah milik Tuhan, kita akan terdorong untuk hidup sesuai dengan kehendak-Nya. Hidup sebagai milik Allah berarti menyerahkan seluruh aspek kehidupan kepada-Nya: pikiran, perkataan, keputusan, pekerjaan, pelayanan, dan masa depan. Kita tidak lagi hidup untuk memuaskan keinginan diri sendiri, tetapi untuk memuliakan Dia yang telah menebus kita. Setiap hari menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa Kristus adalah Tuhan atas hidup kita.

Di dunia yang penuh ketidakpastian, ada penghiburan besar dalam mengetahui bahwa kita adalah milik Allah. Identitas ini memberi rasa aman, tujuan hidup yang jelas, dan kekuatan untuk tetap setia. Karena kita adalah milik-Nya, kita dapat menjalani hidup dengan keyakinan bahwa Tuhan sedang mengerjakan rencana-Nya yang baik dalam kehidupan kita. #RD