1 Korintus 14:20 (TB) Saudara-saudara, janganlah sama seperti anak-anak dalam pemikiranmu. Jadilah anak-anak dalam kejahatan, tetapi orang dewasa dalam pemikiranmu!
Peran seorang Bapa Rohani bukan hanya untuk seorang “laki-laki”, namun wanita/perempuan juga bisa berfungsi sebagai Bapa Rohani. Untuk menjadi Bapa Rohani harus didasari pada keinginan atau kematangan pemikiran oleh orang tersebut. Jika orang tersebut tidak memiliki kedewasaan pikiran, ia tidak dapat berperan sebagai Bapa Rohani, meskipun seseorang itu sudah menginjak usia yang cukup bahkan lanjut. Seringkali kita menemukan orang-orang seperti ini. Sudah bertahun-tahun, bahkan usianya pun sudah lebih dari cukup, namun pemikiran mereka masih tetap kekanak-kanakan. Contoh yang bisa kita temui seperti: orang tersebut selalu ingin diperhatikan, kalo ada masalah selalu minta didoakan, kalo tidak datang ke gereja dan tidak ditanyakan marah dan tersinggung, saat tidak disapa juga marah, selalu butuh orang lain yang mempedulikannya. Rasa empati serta peduli kepada orang lain tidak ada. Tidak menanyakan kabar orang lain atau cuek dengan masalah orang lain.
Dewasa rohani bukanlah hanya sebuah usia tertentu. Namun seorang remajapun bisa dewasa dalam pemikiran. Bila seseorang selalu peduli akan orang lain. Terkadang menanyakan kabar teman atau rekannya, mendengarkan masalah orang lain. Rela memberikan waktu bahkan berkorban untuk orang lain itulah yang menunjukkan kedewasaan rohani seseorang.
Sampai saat ini di posisi atau level manakah kita berada? Apakah pemikiran kita sudah dewasa ataukah masih kekanak-kanakan? Jika kita masih ada di level kanak-kanak atau remaja, marilah kita tingkatkan untuk bisa menjadi dewasa secara rohani. Karena ketika peran ataupun fungsi kita menjadi dewasa atau bisa menjadi Bapa Rohani bagi orang lain, tentunya akan banyak terjadi perubahan-perubahan dalam seluruh aktifitas kita. Akan banyak orang melihat Kristus dalam kehidupan kita. Kitab “1 Korintus 14:20 Saudara-saudara, janganlah sama seperti anak-anak dalam pemikiranmu. Jadilah anak-anak dalam kejahatan, tetapi orang dewasa dalam pemikiranmu!”. #MM