1 Yohanes 4:19 (TB) Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.
Dari nats singkat hari ini, kita dapat menemukan beberapa makna indah sebagai berikut:
Allah adalah Inisiator Kasih
Poin paling utama dari ayat ini adalah bahwa kasih tidak dimulai dari manusia. Dalam kondisi alami manusia yang berdosa dan terpisah dari Tuhan, manusia tidak memiliki kapasitas untuk menghasilkan kasih yang murni (Agape) kepada Allah.
Allah mengambil langkah pertama. Ia tidak menunggu manusia menjadi baik atau layak untuk dikasihi. Bukti tertinggi dari inisiatif ini dijelaskan beberapa ayat sebelumnya (1 Yohanes 4:10), yaitu ketika Allah mengutus Anak-Nya (Yesus Kristus) sebagai pendamaian bagi dosa-dosa manusia.
Kasih Allah adalah “Bahan Bakar” Kita
Kata “Kita mengasihi” di awal ayat menunjukkan bahwa kasih manusia adalah sebuah respons atau akibat.
• Kita tidak bisa memproduksi kasih sejati dari kekuatan kita sendiri.
• Kemampuan kita untuk mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama sepenuhnya bersumber dan dimampukan oleh pengalaman kita menerima kasih Allah terlebih dahulu.
• Semakin kita menyadari, menerima, dan merasakan betapa besarnya kasih Allah kepada kita, semakin besar pula kapasitas kita untuk menyalurkan kasih tersebut kepada orang lain.
Keterkaitan Erat dengan Mengasihi Sesama
Untuk memahami ayat 19 dengan utuh, kita harus melihat konteks ayat selanjutnya (ayat 20-21). Rasul Yohanes langsung menyambungkan “kasih Allah” ini dengan “kasih kepada sesama”.
Yohanes menegaskan bahwa mustahil bagi seseorang untuk mengklaim bahwa ia mengasihi Allah yang tidak kelihatan, jika ia membenci saudaranya yang kelihatan. Jadi, bukti nyata bahwa kita sudah menerima kasih Allah (ayat 19) adalah tindakan kita mengasihi sesama.
Saat merasa sulit mengasihi
Ketika Saudara dihadapkan pada orang yang sulit dikasihi atau menyakiti Saudara, solusinya bukanlah memaksa diri sendiri untuk mengasihi dengan kekuatan sendiri. Solusinya adalah kembali merenungkan betapa bersabarnya dan besarnya kasih Allah kepada kita. Pengampunan dan kasih-Nya menjadi motivasi kita.
Mari menghilangkan Kesombongan Rohani
Ayat ini mengingatkan bahwa tidak ada ruang untuk menyombongkan kebaikan atau kasih kita. Jika kita mampu mengasihi atau berbuat baik, itu semata-mata karena Allah sudah meletakkan kasih itu di dalam hati kita lebih dulu.
Kasih pertama bagi kita haruslah Kasih Allah yang sudah terlebih dahulu mengasihi kita. Menerima Kasih-Nya terlebih dahulu akan mentransformasi Kasih kita. #EL