Matius 3:8 (TB) Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.

Pertobatan adalah proses berbalik secara sadar dari dosa dan kesalahan menuju jalan yang benar. Hal ini mencakup penyesalan yang tulus di dalam hati dan dibuktikan melalui perubahan tindakan serta pola pikir dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Berbicara tentang pertobatan, dalam Matius 3:8 Yohanes Pembaptis menegur dengan keras para pemuka agama Yahudi (orang Farisi dan Saduki) yang datang kepadanya untuk dibaptis, namun tidak memiliki perubahan hidup yang sungguh-sungguh. Yohanes menekankan untuk menghasilkan buah yang sesuai dengan pertobatan.
Pertobatan berarti mengubah arah hidup. Kata pertobatan berasal dari bahasa Yunani “metanoia” yang berarti perubahan pikiran atau arah. Jika sebelumnya hidup dikuasai oleh dosa berbalik 180 derajat menuju kekudusan (contoh: jika bertobat dari kebiasaan bohong, berubah menjadi hidup jujur).
Pertobatan juga berarti karakter yang diubahkan. Pertobatan membuat Roh Kudus berkarya di dalam hati orang percaya. Hasil dari persekutuan yang intim dengan Tuhan akan memunculkan karakter ilahi, yang dikenal sebagai buah Roh.
Menghasilkan buah pertobatan tidak hanya sekali seumur hidup, tetapi berkelanjutan sepanjang hidup seperti pohon yang tidak pernah berhenti menghasilkan buah tahun demi tahun. Buah pertobatan adalah bukti nyata bahwa seseorang telah mengalami perubahan hidup yang sejati, bukan sekedar penyesalan atau ritual keagamaan.

Pertobatan sejati tidak hanya dinyatakan melalui kata-kata melainkan harus menghasilkan buah yang nyata lewat tindakan, karakter dan gaya hidup yang berpaling dari dosa menuju kekudusan. Mari hasilkan buah yang sesuai dengan pertobatan. #HH