Ulangan 4:6 (TB) Lakukanlah itu dengan setia, sebab itulah yang akan menjadi kebijaksanaanmu dan akal budimu di mata bangsa-bangsa yang pada waktu mendengar segala ketetapan ini akan berkata: Memang bangsa yang besar ini adalah umat yang bijaksana dan berakal budi.
Kebijaksanaan dan akal budi merupakan karunia yang sangat berharga dalam kehidupan. Namun, menurut firman Tuhan, kebijaksanaan bukan hanya tentang memiliki banyak pengetahuan atau kemampuan untuk menyelesaikan masalah. Kebijaksanaan sejati terlihat dari kesediaan untuk mendengarkan firman Tuhan dan melakukannya dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam Ulangan 4:6, Musa mengingatkan bangsa Israel agar mereka tidak hanya mengetahui ketetapan dan peraturan Tuhan, tetapi juga melakukannya dengan setia. Ketaatan kepada Tuhan akan membuat kehidupan mereka menjadi kesaksian bagi bangsa-bangsa di sekitar mereka. Dengan demikian, kebijaksanaan tidak berhenti pada apa yang kita ketahui, tetapi dinyatakan melalui bagaimana kita hidup.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering diperhadapkan dengan berbagai pilihan. Kita harus mengambil keputusan dalam keluarga, pekerjaan, pelayanan, maupun dalam hubungan dengan orang lain. Tidak semua keputusan dapat dibuat hanya berdasarkan perasaan atau pertimbangan manusia. Kita membutuhkan hikmat Tuhan agar mampu membedakan mana yang benar dan mana yang tidak berkenan kepada-Nya.
Akal budi yang benar menolong kita untuk berpikir sebelum bertindak, mempertimbangkan akibat dari setiap keputusan, dan tidak mudah mengikuti keinginan diri sendiri.
Ketika firman Tuhan menjadi dasar kehidupan, kebijaksanaan akan terlihat melalui perkataan yang membangun, sikap yang rendah hati, keputusan yang bijaksana, serta kehidupan yang menjadi berkat bagi sesama. #A