Ibrani 10:22 (TB) Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni.

Penulis surat Ibrani menekankan bahwa setiap umat-Nya harus datang menghampiri Allah dengan mempersiapkan diri secara rohani dan dengan kepastian tanpa ragu-ragu atau dengan hati yang utuh agar dapat bersekutu dengan Allah. Menghampiri Allah berarti mencari persekutuan dengan Allah dalam kepercayaan dan doa. Menghampiri Allah dengan hati yang tulus ikhlas artinya tidak dengan maksud lain yang keliru, akan tetapi harus dengan ketulusan hati, dengan kepercayaan, dengan hikmat dan dengan perasaan syukur, dengan hormat dan dengan kasih sayang. Dapat dilihat bahwa hati yang berpusat pada kepastian yang utuh dalam menghampiri Allah adalah sikap yang diperlukan dalam menghadap Allah dalam persekutuan dengan-Nya tanpa ada beban.
Dari penjelasan di atas penulis menyimpulkan bahwa orang yang percaya harus menghampiri Allah dengan sikap yang tidak munafik atau berpura-pura dalam persekutuan dengan-Nya yang dilakukan dalam ibadah-ibadah, melainkan dengan hati yang memiliki kerinduan yang sungguh-sungguh akan menghampiri Allah.

Semua umat-Nya dituntut untuk menghampiri Allah atau datang dengan hati yang tulus ikhlas, dengan maksud yang sungguh-sungguh, serta keyakinan iman yang teguh, kepercayaan yang mutlak, bahwa apa yang sudah dilakukan Kristus dapat menjadikan umat-Nya memiliki penyucian yang sempurna.

Tuhan mau hati kita murni bersih dari segala kepahitan, karena kepahitan adalah akar dari segala kejahatan. Kepahitan yang tidak dibersihkan akan membawa kepada kejahatan. #YA