Amsal 14: 33 (TB) Hikmat tinggal di dalam hati orang yang berpengertian, tetapi tidak dikenal di dalam hati orang bebal.

Setiap orang pasti pernah menerima nasihat, teguran, atau masukan dari orang lain. Namun, respons kita terhadap hal tersebut menentukan apakah kita termasuk orang yang berhikmat atau orang yang bebal. Menurut Amsal 14:33, hikmat tinggal di hati orang yang berpengertian. Artinya, orang yang bijaksana memiliki hati yang terbuka untuk belajar, menerima koreksi, dan terus bertumbuh.
Sebaliknya, hati yang bebal adalah hati yang keras, merasa selalu benar, dan menolak tuntunan Tuhan maupun nasihat yang baik. Orang yang bebal sering kali lebih mengandalkan pemikiran sendiri daripada mencari kehendak Tuhan. Akibatnya, mereka mudah jatuh pada kesalahan yang sama dan kehilangan kesempatan untuk bertumbuh. Tuhan selalu menunggu untuk memulihkan kita, jika kita tidak mau membuang segala akar pahit di hati kita maka hati kita menjadi bebal.

Sebagai anak Tuhan, kita dipanggil untuk memiliki hati yang lembut dan mau diajar. Hikmat bukan hanya soal pengetahuan, tetapi tentang kesediaan untuk mendengar suara Tuhan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Saat kita membuka hati kepada Tuhan, Roh Kudus akan menuntun langkah kita dan memberikan pengertian yang benar.

Mari hari ini kita memeriksa hati kita. Apakah ada sikap keras kepala, merasa paling benar, atau menolak nasihat yang baik? Datanglah kepada Tuhan dengan kerendahan hati. Mintalah agar Tuhan menggantikan hati yang bebal dengan hati yang penuh hikmat, sehingga setiap keputusan dan tindakan kita berkenan di hadapan-Nya. #IC