Ibrani 11:33-34 (TB) yang karena iman telah menaklukkan kerajaan-kerajaan, mengamalkan kebenaran, memperoleh apa yang dijanjikan, menutup mulut singa-singa, memadamkan api yang dahsyat. Mereka telah luput dari mata pedang, telah beroleh kekuatan dalam kelemahan, telah menjadi kuat dalam peperangan dan telah memukul mundur pasukan-pasukan tentara asing.
Saat melihat rintangan yang begitu besar entah itu masalah keuangan, penyakit yang tak kunjung sembuh, tantangan pekerjaan maupun pergumulan keluarga, sering kali kita merasa kecil dan tidak berdaya. Kita merasa seolah-olah situasi di depan kita adalah tembok tebal yang tidak mungkin diruntuhkan.
Namun, daftar pahlawan iman dalam kitab Ibrani mengingatkan kita bahwa rintangan terbesar sekalipun bukanlah tandingan bagi kuasa Allah yang bekerja melalui iman.
Ibrani 11:33-34 mencatat rentetan kemenangan yang spektakuler. Mereka tidak menang karena kehebatan, keahlian, atau kekuatan fisik mereka sendiri, melainkan karena iman. Ada tiga pelajaran penting tentang kemenangan iman dari ayat ini:
-Iman Mengubah Kelemahan Menjadi Kekuatan
Kalimat “telah beroleh kekuatan dalam kelemahan” adalah inti dari kehidupan orang beriman. Tuhan tidak mencari orang yang merasa dirinya kuat; Dia mencari hati yang berserah. Ketika kita mengakui keterbatasan kita dan mengandalkan Tuhan, disitulah kuasa-Nya bekerja paling nyata.
-Iman Membungkam Kesukaran yang Menakutkan
Sama seperti Daniel yang ditutupkan mulut singa-singa, atau Sadrakh, Mesakh, dan Abednego yang diluputkan dari nyala api, iman membuat kita tetap tenang dan teguh di tengah krisis yang mengancam. Iman memfokuskan mata kita pada kebesaran Tuhan, bukan pada besarnya masalah.
-Iman Membawa Kita pada Janji Allah
Para pahlawan iman “memperoleh apa yang dijanjikan”. Iman bukanlah sekadar berpikiran positif (positive thinking), melainkan pegangan yang teguh pada karakter Allah yang setia pada janji-Nya.
-Melangkah dalam kemenangan hari Ini.
Kemenangan dahsyat yang dicatat dalam Alkitab bukan hanya kisah masa lalu untuk dikagumi, melainkan standar kehidupan yang Tuhan sediakan bagi Saudara hari ini.
Apapun “singa” yang sedang mengaum di hadapan Saudara, atau “api” ujian yang sedang Saudara hadapi saat ini, ingatlah bahwa Allah yang sama tetap bertakhta. Ketika Saudara memilih untuk percaya, tetap setia, dan mengandalkan Firman-Nya, Saudara sedang membuka pintu bagi kemenangan Tuhan terjadi dalam hidup Saudara. #NS