Matius 5:16 (TB) Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”

Kita tentu mengenal kisah Yusuf. Hidupnya tidak selalu mudah. Ia dibenci oleh saudara-saudaranya, dijual sebagai budak, difitnah, bahkan dipenjara tanpa kesalahan. Namun, di setiap keadaan, Yusuf tetap hidup dekat dengan Tuhan. Ia tetap setia. Ia tetap taat. Ia tetap percaya kepada Tuhan. Karena itu, orang-orang di sekitarnya dapat melihat bahwa ada sesuatu yang berbeda dalam hidupnya. Mereka melihat hikmatnya. Mereka melihat kesetiaannya. Mereka melihat penyertaan Allah dalam hidupnya.
Firman Tuhan mengajarkan bahwa hidup kita harus menjadi terang bagi orang lain. Ketika orang melihat perbuatan kita yang baik, mereka seharusnya tidak memuji kita, tetapi memuliakan Allah. Sebab buah yang kita hasilkan bukan berasal dari kemampuan kita sendiri, melainkan dari Tuhan yang bekerja di dalam hidup kita. Yusuf menjadi berkat di rumah Potifar. Yusuf menjadi berkat di dalam penjara. Yusuf menjadi berkat di istana Mesir. Ke mana pun ia berada, hidupnya memancarkan kemuliaan Allah karena Tuhan menyertainya dan ia tetap hidup dekat dengan-Nya.

Begitu juga dengan kita. Tuhan rindu agar hidup kita menghasilkan buah yang memuliakan nama-Nya. Dimanapun kita berada baik dalam tindakan, perkataan dan perbuatan seharusnya memuliakan Allah. Kunci dari semuanya adalah kedekatan dengan Allah. Kedekatan dengan Allah menghasilkan ketaatan. Kedekatan dengan Allah menghasilkan perbuatan yang baik. Kedekatan dengan Allah membawa orang lain memuliakan Allah. Dengan demikian, terang kita bercahaya di tengah dunia, bukan karena kekuatan kita, tetapi karena Tuhan yang hidup dan bekerja di dalam kita.

Karena itu, jangan mencari pujian bagi diri sendiri. Tinggallah dekat dengan Kristus. Berjalanlah bersama Kristus. Hiduplah bagi Kristus. Sebab ketika kita hidup dekat dengan Tuhan, terang-Nya akan bercahaya melalui hidup kita dan membawa banyak orang memuliakan Bapa di sorga. #YS