1 Yohanes 2:6 (TB) Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.
Surat 1 Yohanes ditulis untuk meneguhkan iman jemaat yang sedang menghadapi ajaran sesat dan orang-orang yang mengaku mengenal Allah tetapi tidak hidup sesuai kehendak-Nya. Yohanes menekankan bahwa iman yang sejati harus terlihat dalam kehidupan yang taat dan penuh kasih.
Dalam konteks pasal 2, Yohanes sedang menjelaskan tanda-tanda seseorang yang sungguh mengenal Allah, yaitu ketaatan kepada firman-Nya.
“Mengatakan bahwa ia ada di dalam Dia”
Kata “ada di dalam” berasal dari kata menō yang berarti: tinggal ,menetap ,berdiam memiliki persekutuan yang terus-menerus . Artinya, seseorang yang mengaku memiliki hubungan yang intim dan tetap dengan Kristus harus membuktikannya melalui hidupnya.
b. “Ia wajib”
Bahasa Yunani: ὀφείλει (opheilei) Berarti: mempunyai kewajiban, berhutang secara moral, harus melakukan sesuatu. Ini bukan pilihan, melainkan tanggung jawab setiap orang percaya.
“Hidup sama seperti Kristus telah hidup”
Kata “hidup” (peripateō) secara harfiah berarti “berjalan”. Dalam Alkitab menunjuk pada: gaya hidup, perilaku sehari-hari, cara seseorang menjalani hidup. Maksud Yohanes adalah orang percaya dipanggil meneladani karakter dan kehidupan Yesus.
Mengaku percaya kepada Kristus tidak cukup hanya dengan kata-kata. Kehidupan harus mencerminkan hubungan dengan Kristus. Yesus berkata : “Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.” (Matius 7:16).
Renungan hari ini mengajarkan bahwa setiap orang yang mengaku berada di dalam Kristus mempunyai kewajiban untuk hidup seperti Kristus hidup. Kekristenan sejati bukan hanya tentang pengakuan iman, tetapi tentang kehidupan yang semakin menyerupai Yesus dalam karakter, kasih, ketaatan, dan kekudusan.
“Ukuran kedewasaan rohani bukanlah seberapa banyak kita berbicara tentang Kristus, melainkan seberapa jauh hidup kita menyerupai Kristus.” #A