Kolose 3:3 (TB) Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah.
Kisah inspiratif ini datang dari kehidupan Brother Andrew (Andrew van der Bijl), seorang misionaris yang dikenal sebagai “Penyelundup Alkitab bagi Tuhan”. Pada masa Perang Dingin, ia dipanggil Tuhan untuk membawa Alkitab ke negara-negara di balik Tirai Besi yang melarang keras kekristenan.
Setiap kali melewati perbatasan yang dijaga ketat oleh tentara bersenjata, Andrew selalu berdoa dengan iman yang berserah: “Tuhan, Engkau yang membuat mata yang buta dapat melihat. Sekarang, buatlah mata para penjaga ini menjadi buta terhadap apa yang aku bawa.” Secara ajaib, berkali-kali para petugas memeriksa mobilnya tetapi sama sekali tidak melihat tumpukan Alkitab yang diletakkan secara terbuka di kursi.
Brother Andrew benar-benar menghidupi “hidup yang tersembunyi”. Secara fisik, mobil dan Alkitabnya tersembunyi oleh perlindungan ilahi. Namun secara rohani, Andrew tidak mencari ketenaran atau penghargaan manusia atas misinya yang sangat berbahaya itu. Ia rela hidup tanpa sorotan publik demi memastikan firman Tuhan sampai ke tangan orang-orang yang haus akan kebenaran. Baginya, keselamatannya dan misi hidupnya sepenuhnya disembunyikan dan dijamin di dalam Kristus.
Dunia hari ini sangat memuja eksistensi. Kita didorong untuk selalu tampil, pamer pencapaian, dan mencari pengakuan dari sesama. Jika kita tidak terlihat unggul, kita sering dianggap gagal atau tidak berharga. Namun, firman Tuhan melalui rasul Paulus dalam Kolose 3:3 justru menawarkan sebuah paradoks yang radikal bagi cara pandang kita: “Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah.”
Apa artinya hidup yang “tersembunyi”? Kata tersembunyi di sini bukan berarti kita menarik diri dari dunia dan menjadi pertapa. Arti rohaninya jauh lebih dalam. Pertama, ini berbicara tentang identitas dan keamanan. Ketika sesuatu disembunyikan di tempat yang paling aman, barang itu tidak akan mudah dijamah oleh pencuri. Hidup kita telah ditebus oleh darah Yesus; diri kita yang lama, yang egois, yang selalu haus akan pujian dunia, telah mati di kayu salib. Sekarang, kehidupan kita yang baru “dibungkus” dan dijaga ketat di dalam Kristus. Badai hidup, intimidasi iblis, maupun penilaian manusia tidak dapat merusak nilai diri kita yang sesungguhnya karena sumber hidup kita aman bersama Allah.
Kedua, ini tentang fokus motivasi. Hidup yang tersembunyi berarti kita tidak lagi hidup demi tepuk tangan manusia, melainkan demi perkenanan Tuhan yang melihat dalam tersembunyi. Pelayanan, pekerjaan, dan kebaikan kita tidak perlu selalu dipamerkan agar mendapat pujian. Kita merasa cukup dan puas hanya dengan tahu bahwa Kristus melihat dan tersenyum atas apa yang kita lakukan.
Ketika kita benar-benar menghidupi kebenaran ini, kita akan mengalami kemerdekaan sejati. Kita tidak lagi mudah kecewa saat kebaikan kita diabaikan, dan tidak menjadi sombong saat keberhasilan diraih. Sebab kita sadar, panggung utama hidup kita bukan di dunia ini, melainkan di hadapan takhta kasih karunia-Nya.
Hidup kita milik Kristus dan di dalam Kristus, hidup kita tersembunyi bersama Kristus. Ketika dunia mencoba mengguncang atau mengabaikan kita, ingatlah bahwa identitas, masa depan, dan nilai hidup kita tersimpan aman di tempat yang tidak tersentuh oleh dunia—yaitu di dalam pelukan Allah bersama Kristus Yesus. Tuhan Yesus memberkati. #MST