Matius 22:39-40 (TB) Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”

Dalam Firman hari ini, Yesus menegaskan bahwa ada dua hukum utama: mengasihi Allah dan mengasihi sesama. Yang menarik, Yesus berkata bahwa hukum kedua itu “sama dengan” yang pertama. Artinya, mengasihi sesama bukanlah hal yang lebih rendah, tetapi setara nilainya di hadapan Tuhan.
Sering kali kita berpikir bahwa mengasihi Tuhan cukup ditunjukkan melalui ibadah, doa, dan pelayanan. Namun, firman Tuhan mengingatkan bahwa kasih kepada Allah tidak dapat dipisahkan dari kasih kepada sesama.

Bagaimana kita memperlakukan orang lain menjadi cerminan nyata dari seberapa dalam kita mengasihi Tuhan. Mengasihi sesama seperti diri sendiri bukanlah hal yang mudah. Kita dipanggil untuk menghargai, peduli, dan memperlakukan orang lain dengan kasih yang sama seperti kita ingin diperlakukan. Ini termasuk mengampuni ketika disakiti, menolong tanpa pamrih, dan tidak membeda-bedakan orang.
Ketika Yesus mengatakan bahwa kedua hukum ini setara, Ia sedang mengajarkan keseimbangan hidup rohani. Tidak cukup hanya “terlihat rohani” di hadapan Tuhan, tetapi juga harus nyata dalam hubungan kita dengan sesama manusia. Kasih yang sejati selalu terlihat dalam tindakan.

Hari ini, mari kita mengevaluasi diri: apakah kasih kita kepada Tuhan sudah tercermin dalam cara kita memperlakukan orang lain? Jangan sampai kita mengaku mengasihi Tuhan, tetapi mengabaikan sesama kita. Sebaliknya, biarlah kasih kita menjadi utuh—mengalir kepada Tuhan dan kepada manusia. Ketika kita hidup dalam kasih yang setara ini, kita sedang menjalankan inti dari seluruh firman Tuhan. Hidup kita pun menjadi kesaksian yang hidup tentang kasih Allah yang nyata. #Rk