Yohanes 15:13 (TB) Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.
Ayat ini merupakan bagian ucapan Yesus di malam terakhir sebelum disalibkan, dalam “Amanat Perpisahan” Yoh 13-17. Yesus sedang bicara kepada murid-murid-Nya di ruang atas. Pasal 15 pakai gambaran pokok anggur: Yesus pokoknya, kita rantingnya. Tema besarnya adalah “tinggal di dalam kasih-Ku” ayat 9. Lalu Yesus beri perintah: “Kasihilah seorang akan yang lain, seperti Aku telah mengasihi kamu” ayat 12. Ayat 13 ini adalah penjelasan standar kasih yang Yesus maksud, namun di ayat yang ke 13 Yohanes menuliskan bahwa Yesus membuktikan kasihnya dengan menebus dosa umat manusia. Yesus mengatakan kepada para muridNya “Tiada cinta yang lebih besar daripada dia yang memberikan nyawanya kepada para sahabatnya…” Apa yang dikatakan Yesus dalam Injil ini sangat menarik untuk direnungkan.
Tiada cinta yang lebih besar daripada dia yang memberikan nyawanya kepada para sahabatnya. Ada beberapa hal yang ingin kita refleksikan dari ayat ini yakni memberikan nyawa kepada para sahabat.
Pertama, cinta itu aktivitas saling memberi bukan aktivitas pasif.
Kedua, cinta itu memberikan nyawa. Nyawa adalah sesuatu yang paling berharga yang pernah kita miliki. Nyawa dalam pengertian ini adalah hidup itu sendiri. Cinta itu adalah aktivitas memberikan apa yang paling berharga, yang paling bernilai, yang terbaik.
Ketiga, cinta yang sejati adalah memberikan nyawa kepada sahabatnya, dalam konteks orang Yahudi, mati utk seseorang ialah kasta tertinggi dalam pengorbanan.
Kasih Allah adalah yang terbesar dari Kasih apapun di dunia ini betapa kita sangat bersyukur. #YA