Efesus 2:4-5 (TB) Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita — oleh kasih karunia kamu diselamatkan–
Andi adalah seorang Sales Manager. Di akhir tahun, dashboard KPI Andi secara total berwarna merah. Ia kehilangan klien besar dan merusak system database kantor. Secara kontrak kerja, jelas Andi akan dipecat, karena itu Andi sudah mengemasi barang-barangnya, ia sudah tahu bahwa besok ia akan dipecat.
Keesokan paginya, Sang CEO memanggil Andi ke ruang kerjanya. Andi mengira ia akan disodorkan surat PHK. Namun, Sang CEO justru menunjukan layar monitor. Di sana, nama Andi tertulis sebagai “Employee of this year.” (pekerja terbaik).
Andi bingung dan berkata : “Pak, ini pasti salah system. Saya gagal total tahun ini.” Namun CEO menjawab : “Andi, saya tahu kamu gagal. Tapi Allah saya telah bekerja lembur selama setahun ini untuk menambal semua kerugianmu. Dia minta agar semua prestasi-Nya dimasukkan ke dalam forder namamu. Jadi menurut catatan resmi perusahaan, kamu sekarang adalah karyawan berprestasi. Saya tidak memecatmu, justru menghidupkan kembali kariermu hari ini.”
Cerita ini mengajarkan bahwa identitas dan nilai diri Saudara di kantor, tidak ditentukan oleh KPI (Key Performance Indicator), melainkan oleh karena kasih karunia Tuhan. Hal ini membuat Saudara dapat berkerja dengan tenang, jujur dan penuh rasa syukur. Karena Saudara tahu bahwa kegagalan di pekerjaan tidak membuat Allah “memecat” Saudara dari kasih-Nya. #KS