Yeremia 17:8 (TB) Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.

 

Yeremia menggambarkan kehidupan orang yang berharap kepada Tuhan seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air. Pohon itu tetap hijau, tidak layu saat panas datang, bahkan pada musim kering tetap menghasilkan buah. Rahasianya bukan karena cuaca yang selalu baik, tetapi karena akarnya terus menyerap air dari sumber yang tidak pernah kering.
Demikian pula kehidupan orang percaya. Tantangan, kesulitan, dan tekanan adalah bagian dari perjalanan hidup. Namun, keadaan yang sulit tidak harus menghentikan kita untuk menghasilkan buah bagi Tuhan.
Ketika kita tetap berakar dalam firman-Nya, tekun berdoa, dan hidup dalam ketaatan, Tuhan akan memberikan kekuatan yang memampukan kita tetap bertumbuh.

Buah yang Tuhan kehendaki bukan hanya keberhasilan yang terlihat, tetapi juga karakter yang semakin serupa dengan Kristus. Kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, dan kesetiaan merupakan buah yang dapat tetap muncul meskipun kita sedang menghadapi “tahun kering”. Justru dalam masa-masa sulit itulah kualitas iman kita dinyatakan.

Hari ini, jangan biarkan keadaan menentukan kesetiaan kita kepada Tuhan. Tetaplah melekat kepada-Nya sebagai sumber kehidupan. Selama akar iman kita tertanam dalam Tuhan, kita tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga terus menghasilkan buah yang menjadi berkat bagi orang lain dan memuliakan nama-Nya. #A