Markus 10:44 (TB) dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya.
Dalam kehidupan, banyak orang ingin dihormati, dihargai, didengar, bahkan ditempatkan di posisi terdepan. Tidak salah memiliki keinginan untuk berkembang atau menjadi pemimpin. Namun, Yesus mengajarkan bahwa kebesaran yang sesungguhnya bukanlah tentang seberapa tinggi posisi seseorang, melainkan seberapa tulus ia melayani dan menghargai orang lain. Markus 10:44 mengajarkan kepada kita tentang kerendahan hati. Menjadi “hamba untuk semuanya” berarti bersedia menempatkan kepentingan orang lain dengan kasih, tanpa merasa diri lebih tinggi. Kerendahan hati juga tampak melalui kesantunan dalam perkataan dan tindakan. Orang yang santun tidak menggunakan kedudukannya untuk merendahkan orang lain. Ia mampu berbicara dengan lembut, menghargai perbedaan, mendengarkan dengan sabar, serta memperlakukan setiap orang dengan hormat.
Kesantunan yang lahir dari kerendahan hati bukanlah tanda kelemahan. Sebaliknya, itu menunjukkan kedewasaan hati. Yesus sendiri memberikan teladan. Walaupun Dia adalah Tuhan dan Guru, Dia rela melayani dan mengasihi manusia. Ia tidak mencari kemuliaan bagi diri-Nya sendiri, tetapi memberikan hidup-Nya bagi orang lain. Di dalam keluarga, gereja, sekolah, maupun tempat kerja, kita membutuhkan sikap seperti ini. Jangan sampai keinginan untuk dihormati membuat kita lupa menghormati orang lain. Jangan sampai keberhasilan membuat kita merasa lebih tinggi daripada sesama.
Hari ini, marilah kita belajar menjadi pribadi yang santun dan rendah hati. Mulailah dari hal sederhana: berbicara dengan sopan, menghargai orang lain, meminta maaf ketika salah, mengucapkan terima kasih, dan bersedia menolong tanpa mengharapkan pujian. Kiranya melalui kesantunan dan kerendahan hati, orang lain dapat melihat karakter Kristus dalam kehidupan kita. #RD