Yohanes 14:27 (TB) Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.
Setiap manusia sebenarnya sedang mencari satu hal yang sama: damai. Kita ingin diterima, dihargai, dicintai, diakui, dan dianggap berhasil. Karena itu kita sering mencari validasi dari dunia. Kita mengejar sesuatu bukan karena kita membutuhkannya, tetapi karena kita ingin membuktikan sesuatu kepada orang lain. Namun masalahnya, validasi dari dunia tidak pernah benar-benar memuaskan hati. Tanpa kita sadari, kita menyerahkan ketenangan hati kepada sesuatu yang berada di luar kendali kita. Karena itu Yesus berkata: “Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu.” Ada damai yang ditawarkan dunia. Tetapi ada juga damai yang hanya bisa diberikan oleh Kristus.
1. Dunia menawarkan validasi, tetapi tidak memberikan kepuasan Kita mengira yang kita butuhkan adalah sesuatu yang baru di luar diri kita, padahal yang sebenarnya kita butuhkan adalah pemulihan di dalam hati kita. Karena sebanyak apa pun validasi yang kita terima dari manusia, tidak akan pernah cukup untuk menyembuhkan hati yang terluka. Mengapa? Karena kedamaian hati tidak pernah bisa dibeli oleh dunia.
2. Terlalu bergantung pada validasi akan melukai hati. Ketika kita menjadikan penilaian manusia sebagai sumber nilai diri kita, maka hidup kita akan sangat mudah dikendalikan oleh perkataan orang. Akhirnya hati kita naik turun mengikuti penilaian manusia. Dan dari sinilah sering muncul luka, kepahitan, trauma, kegelisahan, bahkan rasa gentar. Tetapi Yesus berkata: “Janganlah gelisah dan gentar hatimu.”» Mengapa? Karena Tuhan tidak ingin hati kita hidup di bawah kendali dunia.
Damai dari Tuhan berbeda dengan damai dari dunia. Yesus tidak berkata, “Aku memberikan damai seperti yang dunia berikan.” Justru Yesus mengatakan: “Apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia.”. Damai Kristus tidak bergantung pada keadaan, Ketika keadaan baik, kita bersyukur, Ketika keadaan sulit, kita tetap percaya, Ketika dipuji, kita tidak menjadi sombong, Ketika dikritik, kita tidak langsung hancur, Ketika mendapatkan keberhasilan, kita tetap rendah hati, Ketika mengalami kegagalan, kita tetap percaya bahwa Tuhan belum selesai bekerja. Itulah damai yang berasal dari Tuhan. Damai bukan berarti tidak ada masalah. Masalah bisa tetap ada, tetapi hati kita tidak harus dikuasai oleh masalah. Kita bisa tidak mengerti apa yang sedang Tuhan kerjakan tetapi tetap berkata: “Tuhan, aku percaya kepada-Mu.” Inilah yang membedakan damai dari dunia dengan damai dari Kristus.
Berhentilah mencari nilai diri dari dunia. Mungkin selama ini kita terlalu sibuk membuktikan diri. Kita ingin membuktikan bahwa kita berhasil, Kita ingin membuktikan bahwa kita mampu, Kita ingin membuktikan bahwa kita layak dihargai, Kita ingin membuktikan bahwa kita lebih baik daripada orang lain. Tetapi hari ini Tuhan mengingatkan: Nilai dirimu tidak ditentukan oleh penilaian manusia. Sebelum kita berhasil, Tuhan sudah mengasihi kita. Sebelum kita mendapatkan jabatan, Tuhan sudah mengenal kita. Sebelum orang lain menghargai kita, Tuhan sudah menganggap kita berharga. Karena itu, kita tidak perlu hidup untuk mendapatkan validasi dunia. Kita hidup dari identitas yang Tuhan berikan. Ketika kita tahu siapa kita di dalam Kristus, kita tidak lagi harus mengejar pengakuan manusia untuk merasa berharga. Mari kita Kembali Kepada Sumber Damai. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi besok, tetapi kita tahu siapa yang memegang hidupku.”. Dan ketika hati kita dipulihkan oleh Tuhan, kita tidak lagi mencari damai dari dunia. Kita belajar berkata: “Tuhan, cukup Engkau yang menjadi sumber nilai, pengharapan, dan ketenanganku.”. Sebab damai yang dunia berikan bisa hilang ketika keadaan berubah. Tetapi damai yang Kristus berikan tetap ada, bahkan ketika keadaan belum berubah. #VM