Matius 5:16 (TB) Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”
Tuhan Yesus mengajarkan bahwa kehidupan orang percaya seharusnya menjadi terang bagi dunia. Terang tidak perlu berteriak untuk menunjukkan bahwa dirinya ada. Ketika terang dinyalakan, kegelapan dengan sendirinya menjadi terlihat. Demikian juga kehidupan kita. Tuhan menempatkan kita di tengah keluarga, tempat kerja, sekolah, gereja, dan masyarakat supaya melalui perkataan, sikap, dan perbuatan kita, orang lain dapat melihat kasih Kristus. Namun ada hal penting yang perlu kita ingat, tujuan menjadi terang bukan supaya manusia memuji kita, tetapi supaya manusia memuliakan Allah.
Menjadi Terang melalui Perbuatan
Yesus berkata, “supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik.” Iman kepada Tuhan bukan hanya terlihat dari apa yang kita katakan, tetapi juga dari bagaimana kita menjalani kehidupan. Perbuatan sederhana seperti menolong orang yang membutuhkan, mengampuni, berkata jujur, menghormati orang lain, memberikan perhatian, dan menunjukkan kasih dapat menjadi terang bagi orang di sekitar kita.
Kadang-kadang kita berpikir bahwa untuk menjadi terang kita harus melakukan sesuatu yang besar. Padahal, tindakan kecil yang dilakukan dengan kasih dapat membawa dampak besar.
Terang Harus Tetap Bercahaya
Terang memiliki fungsi ketika ia menerangi. Sebagai orang percaya, kita dipanggil untuk tetap menjadi terang sekalipun berada di lingkungan yang tidak selalu mudah. Jangan biarkan perkataan orang lain, kekecewaan, masalah, atau keadaan sulit membuat kita berhenti menunjukkan kasih Kristus.
Ketika orang lain membalas kejahatan dengan kejahatan, kita dipanggil untuk tetap berbuat baik. Ketika orang lain memilih membenci, kita belajar mengasihi. Ketika orang lain kehilangan pengharapan, kita dapat menjadi pribadi yang memberikan penguatan. Terang paling berarti ketika berada di tempat yang gelap.
Semua Terang Harus Mengarah kepada Kemuliaan Allah
Yesus tidak berkata bahwa orang melihat perbuatan baik kita supaya kita dipuji. Tujuannya adalah: “…dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” Ini menjadi pengingat bagi kita untuk memeriksa motivasi hati. Ketika kita melayani, apakah kita ingin dikenal? Ketika kita menolong, apakah kita ingin dipuji? Ketika kita melakukan kebaikan, apakah kita ingin mendapatkan penghargaan?Tuhan menghendaki agar segala sesuatu yang kita lakukan membawa orang semakin mengenal dan memuliakan Dia. Kita hanyalah alat. Allah-lah sumber terang itu.
Menjadi Terang di Mana Pun Kita Berada
Hari ini mungkin Tuhan menempatkan kita di tengah keluarga yang membutuhkan kasih, teman yang membutuhkan penghiburan, rekan kerja yang membutuhkan pertolongan, atau seseorang yang sedang kehilangan harapan. Jangan menunggu kesempatan besar untuk menjadi terang. Mulailah dari hal sederhana: Berbicaralah dengan kasih. Bertindaklah dengan jujur. Ampunilah dengan tulus. Tolonglah dengan sukacita. Layanilah tanpa mencari pujian.
Biarlah melalui kehidupan kita, orang lain dapat berkata, “Ada sesuatu yang berbeda dalam hidupnya.” Dan ketika mereka melihat kebaikan itu, biarlah bukan kita yang menerima kemuliaan, tetapi Bapa di sorga yang dimuliakan. #NS