Daniel 6: 27-28 (TB) Bersama ini kuberikan perintah, bahwa di seluruh kerajaan yang kukuasai orang harus takut dan gentar kepada Allahnya Daniel, sebab Dialah Allah yang hidup, yang kekal untuk selama-lamanya; pemerintahan-Nya tidak akan binasa dan kekuasaan-Nya tidak akan berakhir. Dia melepaskan dan menolong, dan mengadakan tanda dan mujizat di langit dan di bumi, Dia yang telah melepaskan Daniel dari cengkaman singa-singa.”
Gua singa merupakan tempat yang menakutkan. Bagi Daniel, gua itu bukan sekadar tempat yang gelap dan penuh bahaya, tetapi menjadi tempat dimana kuasa dan kemuliaan Allah dinyatakan.
Daniel tidak masuk ke dalam gua singa karena ia melakukan kejahatan. Ia berada di sana karena tetap setia berdoa kepada Allah, sekalipun ada larangan dari raja. Daniel memilih untuk tetap setia kepada Tuhan daripada mengorbankan imannya demi keselamatan dirinya. Ketika Daniel dilemparkan ke dalam gua singa, Tuhan tidak meninggalkannya. Allah mengutus malaikat-Nya untuk mengatupkan mulut singa-singa itu sehingga Daniel tetap selamat. Peristiwa tersebut akhirnya membuat Raja Darius mengakui kebesaran Allah Daniel. Ia menyatakan bahwa Allah adalah Allah yang hidup dan kekal, yang mampu melepaskan dan menolong umat-Nya.
Gua Singa Tidak Berarti Allah Meninggalkan Kita.
Kadang-kadang kita mengalami “gua singa” dalam kehidupan: masalah keluarga, tekanan pekerjaan, kesulitan ekonomi, konflik, kekecewaan, atau keadaan yang membuat kita takut. Namun pengalaman Daniel mengingatkan kita bahwa kehadiran masalah bukan berarti ketidakhadiran Tuhan. Daniel berada di dalam gua, tetapi Tuhan juga berada bersamanya.
Ketika kita berada dalam keadaan sulit, jangan hanya melihat besarnya masalah. Pandanglah kepada Allah yang jauh lebih besar daripada masalah kita. Kesetiaan kepada Tuhan Tetap Berharga.
Daniel tetap berdoa meskipun mengetahui adanya ancaman. Ia tidak mengubah imannya hanya karena keadaan menjadi sulit. Kesetiaan sering kali diuji bukan ketika semuanya berjalan baik, tetapi ketika kita harus memilih antara kenyamanan dan ketaatan. Tuhan memanggil kita untuk tetap setia dalam keadaan apa pun. Mungkin kita tidak selalu mengerti mengapa Tuhan mengizinkan suatu pergumulan terjadi, tetapi kita dapat tetap percaya bahwa Dia memegang kehidupan kita.
Yang menarik dari Daniel 6 adalah bahwa keselamatan Daniel tidak hanya menjadi berkat bagi dirinya. Peristiwa itu juga membuat nama Allah dikenal dan dimuliakan. Raja Darius melihat bahwa Allah Daniel adalah Allah yang hidup. Demikian juga dengan kehidupan kita. Ketika kita tetap percaya di tengah pergumulan, kesetiaan kita dapat menjadi kesaksian bagi orang-orang di sekitar kita. Gua singa Daniel menjadi tempat dimana kemuliaan Allah dinyatakan. Mungkin hari ini kita sedang berada dalam “gua” kehidupan kita sendiri. Jangan menyerah. Jangan kehilangan iman. Tetaplah berdoa dan percaya kepada Tuhan. Kita tidak tahu bagaimana Tuhan akan bekerja, tetapi kita tahu bahwa Allah yang disembah Daniel adalah Allah yang hidup, yang menolong, melepaskan, dan berkuasa untuk selama-lamanya.
Jadi, ketika menghadapi masalah, jangan hanya bertanya: “Mengapa Tuhan mengizinkan ini terjadi?” Tetapi belajarlah juga bertanya: “Tuhan, bagaimana melalui keadaan ini nama-Mu dapat dimuliakan dalam hidup saya?”
Gua singa bukanlah akhir dari cerita Daniel. Justru disana kuasa Allah dinyatakan. Demikian pula pergumulan yang kita hadapi hari ini bukanlah akhir dari cerita kita. Tetaplah percaya kepada Tuhan. #NS