Yohanes 8:36 (TB)
“Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka.”

Di sebuah kerajaan, ada seorang pria yang melakukan pelanggaran berat terhadap hukum negara. Akibatnya, ia dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Di dalam sel yang gelap, ia memakai baju tahanan, kakinya dirantai, dan setiap hari ia dihantui oleh rasa bersalah serta ketakutan akan hari eksekusinya. Pria ini tidak punya uang untuk membayar denda dan tidak punya pengacara yang cukup kuat untuk membelanya. Ia benar-benar tidak berdaya.

Suatu hari, putra mahkota (Sang Pangeran) dari kerajaan tersebut datang mengunjungi penjara. Pangeran itu melihat sang narapidana, tergerak oleh belas kasihan, dan memutuskan untuk mengambil alih kasusnya.

Pangeran tidak melanggar hukum untuk membebaskannya. Sebaliknya, Pangeran membayar seluruh tuntutan hukum dan denda pria itu menggunakan kekayaannya sendiri. Pangeran kemudian membawa surat pengampunan (grasi) yang ditandatangani oleh Raja, membuka pintu sel dan memutus rantai di kaki pria itu. Pangeran itu berkata : “Kamu tidak lagi menggunakan baju tahanan ini, hari ini aku mengangkatmu menjadi bagian dari keluarga istana.” Pria itu keluar dari penjara bukan lagi sebagai buronan atau mantan narapidana yang bersembunyi, melainkan sebagai orang yang benar-benar merdeka karena dijamin langsung oleh Sang Anak Raja.

Kemerdekan yang diberikan Yesus membawa perubahan yang radikal pada cara kita memandang hidup. Berikut nilai-nilai hidup yang semestinya kita pegang :

Nilai kebebasan yang bertanggung jawab (Value of true freedom)
Kebebasan dari Yesus bukan berarti bebas melakukan apa saja (anarki), melainkan dibebaskan dari belenggu dosa agar kita mampu melakukan apa yang benar.
Mari kita tidak lagi dikendalikan oleh amarah, ego atau keinginan daging melainkan memiliki kendali diri untuk memilih jalan yang berkenan bagi Allah.

Nilai identitas baru (Value of new identity)
Firman hari ini menekankan otoritas ”Anak” yang memerdekakan. Dalam budaya kuno, hanya anak pemilik rumah yang bisa memerdekakan budak. Ketika Yesus memerdekakan kita, status kita berubah dari budak dosa menjadi anak-anak Allah.
Aplikasi : kita menjalani hidup dengan rasa percaya diri yang penuh, bukan karena kehebatan kita, melainkan karena kita tahu siapa Bapa kita, kita tidak lagi hidup dalam mentalitas “budak” yang selalu ketakutan dan merasa tidak layak.

Nilai kepastian hidup (Value of Assurance)
Kata “kamu pun bener-benar merdeka” dalam bahasa asli menggunakan kata yang berarti mutlak, sah dan tidak dapat diganggu gugat.
Kita memiliki kepastian keselamatan dan pengampunan. Masa lalu, kegagalan, dan intimidasi dari iblis tidak lagi memiliki kuasa untuk mendakwa atau menghancurkan masa depan kita

Nilai Syukur dan pengabdian (Value of Gratitude)
Orang yang tahu betapa mahalnya harga kemerdekaan yang ia terima akan menjalani kehidupannya dengan rasa syukur yang mendalam. Kita mentaati perintah Tuhan bukan karena takut dihukum atau sekedar menjalankan kewajiban agama, melainkan sebagai ekspresi kasih dan terima kasih kerena telah dibebaskan secara cuma-cuma. #KS