1 Tesalonika 2:7 (TB) Tetapi kami berlaku ramah di antara kamu, sama seperti seorang ibu mengasuh dan merawati anaknya.
Menjadi bapa rohani bukan hanya soal memberi arahan atau mengajarkan kebenaran, tetapi juga tentang memiliki hati yang lembut dan penuh kasih. Dalam 1 Tesalonika 2 : 7, Rasul Paulus menggambarkan pelayanannya seperti seorang ibu yang mengasuh dan merawat anaknya. Ini menunjukkan bahwa kedewasaan rohani bukan hanya terlihat dari ketegasan, tetapi juga dari kelembutan, kesabaran, dan perhatian yang tulus kepada jiwa-jiwa.
Kasih seorang ibu berbicara tentang kehangatan, penerimaan, dan pengorbanan. Demikian pula seorang bapa rohani dipanggil untuk hadir, mendengar, menguatkan, dan merawat pertumbuhan rohani orang lain dengan penuh kasih. Pelayanan yang hanya berisi tuntutan tanpa kasih akan melukai, tetapi kasih yang lahir dari hati Tuhan mampu memulihkan dan menumbuhkan seseorang sampai dewasa dalam iman.
Karena itu, menjadi bapa rohani bukan hanya tugas kaum pria, melainkan panggilan bagi setiap orang percaya yang rindu merawat kehidupan rohani sesamanya. Tuhan mencari orang-orang yang memiliki hati seorang bapa sekaligus kasih seorang ibu: hati yang rela membimbing, memeluk, dan tetap setia mendampingi proses pertumbuhan orang lain. Melalui kasih seperti itulah, orang dapat merasakan hati Bapa di surga. #AMDG