Pdt. Elim, S.E. adalah Gembala Sidang GBIS Sangkakala Balikpapan sejak 1998 — seorang pemimpin yang lahir dan tumbuh bersama gereja yang ia layani, memulai pelayanan sebagai guru Sekolah Minggu pada usia 15 tahun dan kini memimpin salah satu gereja Pentakosta tertua di Kalimantan Timur menuju dekade kedelapan kehadirannya di Balikpapan.


Ada yang menarik dari perjalanan Pdt. Elim, S.E. — sesuatu yang tidak sering ditemukan dalam kepemimpinan gereja modern.

Ia bukan pemimpin yang datang dari luar. Ia bukan pendeta yang direkrut dari denominasi lain atau dipindahkan dari kota yang berbeda. Ia adalah bagian dari GBIS Sangkakala sejak ia masih cukup kecil untuk menjadi murid Sekolah Minggu di gedung yang sama — sebelum kemudian menjadi guru Sekolah Minggu, ketua remaja, ketua pemuda, dan akhirnya Gembala Sidang yang memimpin gereja itu ke abad ke-21.

Ketika seseorang bertanya tentang GBIS Sangkakala Balikpapan, mereka sedang bertanya tentang Pdt. Elim, S.E. — dan sebaliknya. Dua identitas itu sudah terlalu lama saling merajut sehingga sulit dipisahkan.


Latar Belakang dan Masa Muda

Pdt. Elim, S.E. lahir di Balikpapan pada 13 Juli 1968 — kota yang sama di mana ia lahir, tumbuh, dan menghabiskan seluruh pelayanannya hingga hari ini. Di era di mana mobilitas pemimpin gereja semakin tinggi dan banyak gembala berpindah-pindah kota setiap beberapa tahun, komitmen Pdt. Elim untuk tetap di Balikpapan selama lebih dari lima dekade hidupnya adalah sendirinya sebuah pernyataan tentang panggilan.

Ia tumbuh dalam lingkungan GBIS Sangkakala — sebuah warisan iman yang tidak ia pilih sendiri di awal, tapi yang kemudian ia pilih dengan sangat sadar ketika dewasa.


Perjalanan Pelayanan: Dari Guru Sekolah Minggu hingga Gembala Sidang

Sekitar 1983 — Guru Sekolah Minggu (usia 15 tahun)

Di usia 15 tahun, Pdt. Elim mulai melayani sebagai guru Sekolah Minggu di GBIS Sangkakala. Ini adalah titik awal yang paling sederhana yang bisa dibayangkan — tidak ada jabatan, tidak ada otoritas formal, hanya seorang remaja yang bersedia hadir dan mengajar anak-anak.

Tapi dalam tradisi Pentakosta, pelayanan tidak dimulai dari jabatan yang besar. Ia dimulai dari kesediaan melayani di tempat yang paling tidak terlihat, dengan kesetiaan yang tidak bergantung pada pengakuan.

Ketua Remaja dan Pemuda

Dari guru Sekolah Minggu, pelayanan Pdt. Elim bertumbuh ke kepemimpinan pemuda — terlebih dahulu sebagai Ketua Remaja, kemudian sebagai Ketua Pemuda. Ini adalah masa pembentukan yang paling kritis — di mana seorang pemimpin belajar memimpin generasi yang paling dinamis dan paling menuntut, dan di mana karakter kepemimpinannya dibentuk bukan oleh kurikulum, melainkan oleh pengalaman langsung mendampingi orang muda.

1998 — Mulai sebagai Gembala Sidang

Pada 1998, Pdt. Elim mulai memimpin GBIS Sangkakala Balikpapan sebagai Gembala Sidang — saat itu masih berstatus Pdm (Pendeta Muda) dan belum menikah. Dua hal terjadi bersamaan pada tahun yang sama: pergantian kepemimpinan gereja dan penetapan nama “Sangkakala” — yang dalam bahasa Alkitab berarti terompet Allah.

Keduanya bukan kebetulan. Nama baru dan pemimpin baru yang lahir dari dalam komunitas itu sendiri adalah awal dari babak baru dalam sejarah gereja yang sudah 45 tahun berdiri.

2008 — Pelayan Penuh Waktu (Fulltime)

Selama sepuluh tahun pertama memimpin GBIS Sangkakala, Pdt. Elim menjalankan tanggung jawab gembala sidang sambil juga menjalani kehidupan profesional di luar gereja. Baru pada 2008 — sepuluh tahun setelah mulai memimpin — ia menjadi pelayan penuh waktu, menyerahkan seluruh kapasitas waktu dan energinya kepada gereja.

Keputusan untuk menjadi fulltime setelah sepuluh tahun bukan keterlambatan — melainkan kedalaman. Seorang gembala yang pernah hidup di dunia profesional memiliki pemahaman tentang pergumulan jemaatnya yang tidak bisa didapat dari seminar kepastoraln mana pun.


Visi yang Diemban: Dipulihkan untuk Memulihkan

Di bawah kepemimpinan Pdt. Elim, S.E., misi GBIS Sangkakala Balikpapan dirumuskan dengan kalimat yang tidak pernah berubah sejak ia mulai memimpin:

“Dipulihkan untuk memulihkan orang lain sehingga menjadi berkat bagi keluarga, kota, bangsa dan negara.”

Kalimat ini bukan slogan. Ia adalah arah pelayanan yang konkret — bahwa gereja bukan tujuan akhir dari kehidupan rohani seseorang, melainkan titik di mana seseorang dipulihkan agar bisa keluar dan memulihkan orang lain.

Visinya:

“Sebagai Gereja yang Mempersiapkan dan Melengkapi Umat Tuhan untuk Menjadi Berkat Dimanapun Ia Berada.”

“Di manapun ia berada” — bukan hanya di gedung gereja, bukan hanya di komsel, bukan hanya dalam program gerejawi. Di tempat kerja, di keluarga, di komunitas kota Balikpapan, di Kalimantan Timur yang sedang berubah wajah karena IKN Nusantara.


Warisan yang Sedang Dibangun

73 tahun GBIS Sangkakala berdiri — dan 27 tahun terakhir berada di bawah kepemimpinan Pdt. Elim, S.E. Hampir sepertiga dari seluruh sejarah gereja ini adalah sejarah di bawah satu gembala.

Di bawah kepemimpinannya, gereja membangun gedung 4.130 m² dengan tinggi 23,5 meter yang selesai sekitar 2018 — gedung yang berdiri di Jl. Mayjend Sutoyo RT 01 No. 05, Balikpapan Tengah dan menjadi salah satu landmark kekristenan di jantung kota ini.

Tapi warisan yang paling bertahan bukan beton dan baja. Warisan yang paling bertahan adalah generasi demi generasi jemaat yang dipulihkan, dilengkapi, dan diutus — ke berbagai penjuru Balikpapan, Kalimantan Timur, dan Indonesia — untuk menjadi berkat di manapun mereka berada.

Itu adalah definisi keberhasilan yang Pdt. Elim, S.E. pilih untuk dirinya dan gerejanya. Dan setelah 27 tahun, definisi itu belum berubah.

Untuk memahami visi dan misi GBIS Sangkakala yang menjadi kompas kepemimpinan Pdt. Elim, baca Apa Itu Gereja Pentakosta? dan Sejarah Masuknya Kekristenan ke Balikpapan: Dari 1953 hingga Hari Ini. Untuk bergabung dengan komunitas yang ia pimpin, datangi ibadah Minggu di Jl. Mayjend Sutoyo RT 01 No. 05, Balikpapan Tengah — 07.30, 10.00, atau 17.00 WITA.


Ringkasan

Pdt. Elim, S.E. adalah gembala yang lahir dan tumbuh di Balikpapan, memulai pelayanan dari hal terkecil pada usia 15 tahun, dan telah memimpin GBIS Sangkakala selama 27 tahun tanpa pernah meninggalkan kota yang ia layani. Di bawah kepemimpinannya, visi gereja tetap konsisten: mempersiapkan dan melengkapi umat Tuhan untuk menjadi berkat — di keluarga, di kota, di bangsa. Bukan dari atas mimbar saja, melainkan dari kehidupan seorang gembala yang mengenal jemaatnya satu per satu, yang sudah ada di gereja ini jauh sebelum ia menjadi pemimpinnya.


Pertanyaan yang Sering Ditanyakan tentang Pdt. Elim dan GBIS Sangkakala

Siapa Gembala Sidang GBIS Sangkakala Balikpapan? Gembala Sidang GBIS Sangkakala Balikpapan adalah Pdt. Elim, S.E. — lahir di Balikpapan pada 13 Juli 1968, mulai memimpin gereja sejak 1998, dan menjadi pelayan penuh waktu sejak 2008.

Sudah berapa lama Pdt. Elim memimpin GBIS Sangkakala Balikpapan? Pdt. Elim, S.E. mulai memimpin GBIS Sangkakala Balikpapan pada 1998 — artinya pada 2026 sudah 27 tahun memimpin gereja yang sama di kota yang sama.

Kapan Pdt. Elim mulai berpelayanan? Pdt. Elim mulai berpelayanan sebagai guru Sekolah Minggu di GBIS Sangkakala sekitar 1983 — pada usia 15 tahun. Ia kemudian menjadi Ketua Remaja dan Ketua Pemuda sebelum diangkat sebagai Gembala Sidang pada 1998.

Apa visi dan misi GBIS Sangkakala di bawah kepemimpinan Pdt. Elim? Visi: “Sebagai Gereja yang Mempersiapkan dan Melengkapi Umat Tuhan untuk Menjadi Berkat Dimanapun Ia Berada.” Misi: “Dipulihkan untuk Memulihkan Orang Lain Sehingga Menjadi Berkat Bagi Keluarga, Kota, Bangsa dan Negara.”

Bagaimana cara bertemu atau berkonsultasi dengan Pdt. Elim di Balikpapan? Hubungi sekretariat GBIS Sangkakala Balikpapan di (0542) 730488 atau email info@gbissangkakala.com untuk menjadwalkan konsultasi pastoral. Pdt. Elim juga hadir dalam ibadah Minggu reguler di Jl. Mayjend Sutoyo RT 01 No. 05, Balikpapan Tengah.