Roma 13:10 (TB) Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.

Hukum Taurat berbentuk larangan dan perintah tertulis untuk mengatur tingkah laku lahiriah. Diberikan untuk menunjukkan dosa manusia dan membuat manusia menyadari kebutuhan akan Juruselamat. Digambarkan sebagai pemberi hukuman karena manusia tidak mampu melakukannya dengan sempurna. Bersandar pada kekuatan manusia untuk taat. Meskipun demikian Yesus berkata, “sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat.

Yesus mengajarkan hukum kasih bukan untuk menandingi hukum Taurat apalagi meniadakan hukum Taurat. Sebab Yesus datang untuk menggenapi hukum Taurat melalui ketaatan sempurna selama hidupnya, kematian dan kebangkitan-Nya. Dalam hukum kasih Yesus menyimpulkan seluruh hukum Taurat dalam dua hukum yaitu mengasihi Allah dengan segenap hati dan mengasihi sesama seperti diri sendiri.

Paulus dalam pengajarannya menegaskan bahwa kasih adalah kegenapan hukum Taurat. Seluruh hukum dapat diringkas dalam satu kata kunci “KASIH”. Kasih adalah inti dari hukum.
Tuhan Yesus menyempurnakan Taurat dengan menempatkan kasih sebagai dasar tertinggi agar ketaatan tidak sekedar formalitas lahiriah, tetapi bersumber dari hati.

Kasih bukan meniadakan hukum Taurat melainkan menggenapinya. Sebab kasih itu adalah inti dari hukum Taurat.
Dengan mengasihi Allah dan sesama, kita telah memenuhi semua tuntutan hukum Taurat. #HH