Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) adalah salah satu denominasi Pentakosta tertua di Indonesia — berdiri resmi pada 21 Januari 1952 di Surabaya, dengan akar misi yang dibawa langsung dari gerakan Pentakosta internasional awal abad ke-20. Hari ini GBIS hadir di seluruh provinsi Indonesia dengan ribuan jemaat lokal, dan GBIS Sangkakala Balikpapan adalah salah satu cabang tertua yang berdiri sejak 15 September 1953 di Kalimantan Timur.
Ketika seseorang bertanya “GBIS itu gereja apa?” — pertanyaan itu lebih dalam dari yang terlihat. Di baliknya ada pertanyaan tentang identitas, sejarah, dan posisi teologis sebuah denominasi yang sudah melayani Indonesia selama lebih dari tujuh dekade.
Nama “Bethel” bukan dipilih sembarangan. Dalam Alkitab, Bethel berarti rumah Allah — tempat di mana Yakub bermalam, bermimpi tentang tangga ke sorga, dan Allah berbicara kepadanya secara langsung (Kejadian 28:10-19). Itu adalah visi yang dibawa para pendiri GBIS: membangun rumah Allah di mana hadirat-Nya nyata, firman-Nya hidup, dan umat-Nya diperlengkapi.
Akar Gerakan Pentakosta yang Melahirkan GBIS
Untuk memahami GBIS, harus dipahami dulu gerakan yang melahirkannya.
Gerakan Pentakosta modern lahir pada 9 April 1906 di Azusa Street, Los Angeles — ketika kebangunan rohani di bawah William J. Seymour berlangsung selama tiga tahun dan menyebar ke seluruh dunia. Dalam dua dekade, gerakan ini sudah mencapai Eropa, Afrika, Amerika Latin, dan Asia — termasuk kepulauan Indonesia yang waktu itu masih berada di bawah penjajahan Belanda.
Misionaris-misionaris Pentakosta Belanda dan Amerika mulai tiba di Hindia Belanda pada awal 1920-an. Mereka membawa keyakinan yang sama: Roh Kudus masih bekerja seperti di hari Pentakosta, karunia-karunia rohani masih aktif, dan Injil harus diberitakan dengan kuasa — bukan hanya dengan argumen.
Dari gelombang misi inilah lahir denominasi-denominasi Pentakosta Indonesia yang kita kenal hari ini — termasuk GBIS.
Pendirian GBIS: 21 Januari 1952, Surabaya
Pada 21 Januari 1952, Pdt. F.G. Van Gessel — seorang misionaris yang sudah lama melayani di Indonesia — memimpin pendirian resmi Gereja Bethel Injil Sepenuh di Surabaya. Ini bukan berdiri dari nol — melainkan formalisasi dari jaringan jemaat Pentakosta yang sudah terbentuk melalui bertahun-tahun penginjilan.
Nama “Injil Sepenuh” (Full Gospel) adalah penanda teologis yang disengaja. Ini mencerminkan keyakinan bahwa Injil yang lengkap mencakup seluruh karya Kristus: keselamatan, penyembuhan, baptisan Roh Kudus, dan kedatangan Kristus kembali — bukan sebagian saja.
Dalam waktu dua tahun sejak berdiri secara nasional, GBIS sudah hadir di Balikpapan. Pada 15 September 1953, Pdt. J.P. Salomonson mendirikan jemaat GBIS pertama di Kalimantan Timur — di Gunung Malang, Balikpapan — yang hari ini dikenal sebagai GBIS Sangkakala.
Doktrin Inti GBIS: “Injil Sepenuh”
GBIS berpegang pada doktrin yang sering disebut Full Gospel atau Injil Sepenuh — yang merangkum lima pilar keyakinan:
1. Yesus sebagai Juruselamat Keselamatan melalui iman kepada Yesus Kristus adalah fondasi yang tidak bisa dikompromikan. Tidak ada jalan keselamatan lain — ini bukan eksklusivisme sempit, melainkan kesetiaan pada pernyataan Yesus sendiri dalam Yohanes 14:6.
2. Yesus sebagai Pembaptis Roh Kudus GBIS menekankan bahwa baptisan Roh Kudus adalah pengalaman yang tersedia bagi semua orang percaya — berbeda dari pertobatan, ditandai dengan bahasa roh sebagai tanda awal, dan memberikan kuasa untuk bersaksi dan melayani.
3. Yesus sebagai Penyembuh GBIS percaya bahwa Allah masih menyembuhkan hari ini — melalui doa iman, penumpangan tangan, dan kedaulatan-Nya yang tidak dibatasi oleh era historis tertentu. Ini bukan penolakan terhadap ilmu kedokteran, melainkan keyakinan bahwa Allah berdaulat atas segala metode penyembuhan.
4. Yesus sebagai Kepala Gereja Kepemimpinan gereja dalam tradisi GBIS adalah kepemimpinan yang tunduk pada otoritas Kristus — bukan pada hierarki institusional semata. Gembala sidang bertanggung jawab langsung kepada Allah atas jemaat yang dipercayakan kepadanya.
5. Yesus sebagai Raja yang Akan Datang GBIS memegang keyakinan eskatologis yang kuat — bahwa Kristus akan kembali, dan gereja dipanggil untuk mempersiapkan diri dan mempersiapkan orang lain menyambut kedatangan-Nya.
“Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.” — Ibrani 13:8 (TB)
GBIS dalam Ekosistem Denominasi Kristen Indonesia
Dalam peta denominasi Kristen Indonesia, GBIS berada dalam kelompok Pentakosta klasik — bersama GPdI (Gereja Pantekosta di Indonesia) yang berdiri sejak 1924, dan GSJA (Gereja Sidang Jemaat Allah) yang merupakan afiliasi Assemblies of God.
Berdasarkan data Kementerian Agama Indonesia, ada lebih dari 300 denominasi Kristen Protestan yang terdaftar di Indonesia. GBIS adalah salah satu denominasi Pentakosta dengan kehadiran nasional yang konsisten — dengan jemaat aktif di hampir semua provinsi Indonesia.
Yang membedakan GBIS dari banyak denominasi lain adalah komitmen pada struktur yang terorganisasi secara nasional sambil memberikan otonomi pastoral yang signifikan kepada masing-masing gembala sidang lokal. Ini menciptakan keseimbangan antara akuntabilitas denominasional dan kebebasan pastoral.
GBIS Sangkakala: 73 Tahun Mewakili GBIS di Kalimantan Timur
Di antara seluruh jemaat GBIS di Indonesia, GBIS Sangkakala Balikpapan memiliki posisi historis yang signifikan — sebagai salah satu jemaat GBIS tertua di Kalimantan Timur dan salah satu gereja induk yang melahirkan berbagai pelayanan lain di wilayah ini.
Dalam 73 tahun pelayanannya, GBIS Sangkakala telah melewati lima periode kepemimpinan, berganti nama dari nama generik menjadi “Sangkakala” pada 1998 — simbol terompet Allah yang memanggil dan memproklamasikan — dan membangun gedung 4.130 m² yang berdiri megah di Jl. Mayjend Sutoyo RT 01 No. 05, Balikpapan Tengah.
Di bawah kepemimpinan Pdt. Elim, S.E. sejak 1998, GBIS Sangkakala terus berkembang dengan tiga sesi ibadah Minggu (07.30, 10.00, dan 17.00 WITA), jaringan komsel di seluruh wilayah Balikpapan, serta dua lembaga sosial aktif: Sekolah Bethel dan Pondok Bina Kasih.
Visi yang diemban tetap sama seperti ketika Salomonson pertama kali berkumpul bersama sekelompok kecil orang di Gunung Malang 73 tahun lalu: mempersiapkan dan melengkapi umat Tuhan untuk menjadi berkat — di Balikpapan, di Kalimantan Timur, dan sampai ke ujung bumi.
Untuk memahami lebih dalam doktrin Pentakosta yang menjadi fondasi GBIS, baca Apa Itu Gereja Pentakosta? Sejarah, Doktrin, dan Tradisi Ibadahnya di Indonesia. Untuk memahami perbedaan GBIS dengan denominasi lain di Balikpapan, baca Rekomendasi Gereja di Balikpapan Berdasarkan Denominasi dan Gaya Ibadah.
Ringkasan
Gereja Bethel Injil Sepenuh adalah denominasi Pentakosta yang berdiri di atas lima pilar Injil Sepenuh — keselamatan, baptisan Roh Kudus, penyembuhan ilahi, kepemimpinan Kristus, dan eskatologi yang hidup. Berdiri resmi 21 Januari 1952 di Surabaya, GBIS hadir di Balikpapan dua tahun kemudian melalui Pdt. J.P. Salomonson — dan 73 tahun kemudian, GBIS Sangkakala berdiri sebagai salah satu gereja Pentakosta paling berakar di Kalimantan Timur. Untuk mengenal GBIS Sangkakala secara langsung, datang ke salah satu ibadah Minggu di Jl. Mayjend Sutoyo RT 01 No. 05, Balikpapan Tengah — 07.30, 10.00, atau 17.00 WITA.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan tentang Gereja Bethel Injil Sepenuh
Kapan Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) didirikan? GBIS didirikan secara resmi pada 21 Januari 1952 di Surabaya oleh Pdt. F.G. Van Gessel — dua tahun setelah kemerdekaan Indonesia, sebagai formalisasi dari jaringan jemaat Pentakosta yang sudah terbentuk sebelumnya.
Apa bedanya GBIS dengan GPdI dan GSJA? Ketiganya adalah denominasi Pentakosta yang berbagi keyakinan inti yang sama. Perbedaannya terletak pada sejarah pendirian, struktur organisasi, dan afiliasi internasional. GPdI berdiri sejak 1924, GSJA adalah afiliasi Assemblies of God, dan GBIS berdiri 1952 dengan identitas yang lebih Indonesia.
Apa arti nama “Bethel Injil Sepenuh”? Bethel berarti “rumah Allah” dalam bahasa Ibrani — merujuk pada tempat di mana Yakub berjumpa dengan Allah (Kejadian 28). “Injil Sepenuh” atau Full Gospel mencerminkan keyakinan bahwa Injil yang lengkap mencakup keselamatan, baptisan Roh Kudus, penyembuhan ilahi, dan kedatangan Kristus kembali.
Di mana GBIS Sangkakala Balikpapan berlokasi? GBIS Sangkakala Balikpapan berlokasi di Jl. Mayjend Sutoyo RT 01 No. 05, Balikpapan Tengah, Kalimantan Timur. Ibadah Minggu diselenggarakan tiga sesi: 07.30, 10.00, dan 17.00 WITA.
Apakah GBIS Sangkakala menerima jemaat dari denominasi lain? Ya. GBIS Sangkakala Balikpapan terbuka untuk semua orang percaya dari denominasi mana pun. Tidak ada syarat denominasi untuk hadir, bergabung dengan komsel, atau terlibat dalam komunitas gereja.